oleh

AJI Sebut Penangkapan Dandhy Bentuk Kemunduran Demokrasi

-Nasional-223 views

Aksi jalan mundur sambil memukuli pentungan dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (29/9/2019)

Malang, Indotribun.id – Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur di kawasan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Jakarta, Minggu (29/9/2019). Mereka mengaku itu sebagai kritikan terhadap mundurnya demokrasi di Indonesia atas ditangkapnya jurnalis Dandhy Dwi Laksono.

“Kita merasa bahwa penangkapan Dandhy ini sebagai sebuah bentuk kemunduran demokrasi yang terjadi saat ini karena itu kita melakukan aksi jalan mundur sebagai simbol mundurnya demokrasi yang terjadi di Indonesia,” ujar Koordinator Aksi, Jackson Simanjuntak, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (29/9/2019).

Selain berjalan mundur, massa aksi juga membawa kentungan bambu sembari dipukul sepanjang jalan Bundaran Hotel Jakarta, dan sejumlah poster “Cabut status tersangka Dandhy #KamiBersamaDandhy”.

“Arti kentungan yang dibawa peserta aksi adalah simbol alarm demokrasi setelah pers dibungkam,”ucapnya

Selain kasus Dandhy, AJI juga menyoroti sepuluh orang awak media yang mendapat tindak kekerasan dari aparat kepolisian pada rangkaian aksi di kawasan Gedung DPR/MPR RI kemarin.

“Kita menilai sebagai bentuk teror kita mendesak kepolisian untuk menghentikan semua teror dan kriminalisasi terhadap jurnalis,” tegas dia.

Sebelumnya, pada Kamis (26/9) malam, jurnalis Watchdoc dan sutradara “Sexy Killers” Dandhy Dwi Laksono ditangkap Polda Metro Jaya di rumahnya. Ia dituduh menebar ujaran kebencian lewat cuitan di Twitter terkait Papua. Meski sudah dipulangkan, namun Dandhy masih ditetapkan menjadi tersangka.

Editor: LF

Komentar

News Feed