oleh

Alasan Ini Sebabkan Ibu Kota RI Pindah

-Nasional-347 views

Visualisasi gagasan ibu kota RI yang baru di Kalimantan Timur. (Detik.com)

Malang, Indotribun.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan secara resmi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota Republik Indonesia yang baru. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa ibu kota RI harus pindah dan kenapa yang dipilih Provinsi Kalimantan Timur.

1. Jakarta sudah sesak dan padat

Dengan kondisi yang sudah sesak dan macet terjadi di mana-mana, memindahkan ibu kota dipandang sebagai keputusan yang baik. Jokowi menyampaikan bahwa Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa.  

“Kita tidak bisa membiarkan terus menerus beban Jakarta dan Pulau Jawa semakin berat dalam halkepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur dan polusi udara dan air yang harus segera kita tangani,” jelas Jokowi.

2. Beban Pulau Jawa

Dikatakan bahwa beban Pulau Jawa semakin berat karena ditempati oleh 54 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah tersebut adalah 150 juta jiwa dari total penduduk yang ada.

Selain daripada itu, Pulau Jawa memiliki pendapatan yang sangat besar dibanding pulau-pulau lainnya di Indonesia. Pembangunan dan ekonomi menjadi tidak merata. “58 persen PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan,” tambah Jokowi.

3. Kalimantan Timur minim banjir dan bencana lainnya

Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi yang ideal untuk ibu kota RI yang baru. Jokowi menyampaikan beberapa alasan atas dipilihnya provinsi tersebut. Pertama, resiko bencana di Kaltim minim, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor.

Kedua, lokasinya strategis, yang jika ditarik garis koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah Indonesia. Ketiga, dekat dengan perkotaan yang sudah berkembang lebih dulu, seperti Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap. Kelima, hanya di Kaltim pemerintah memiliki lahan seluas 180.000 hektar.

(LF)

Komentar

News Feed