oleh

Alasan Seseorang Mencintai Dalam Diam, Apakah Kamu Sedang Mengalaminya?

Ilustrasi seseorang yang sedang berjuang dalam cintanya yang diam (foto: digtraksi.co)

Indotribun.id, Celoteh- Barangkali kita sering mendengar cinta dalam diam. Hal itu lumrah adanya. Meski terlihat biasa saja, namun mencintai dalam diam memiliki rahasia tersendiri untuk segera dibongkar, kenapa seseorang mencintai si dia secara diam-diam? Kenapa tidak langsung diutarakan saja, agar hatinya lega, agar segera tahu seperti apa respon irang yang saat ini sedang ia damba.

Banyak orang-orang disekitar kita yang mengalami cinta diam-diam, baik pada temannya, sahabatnya, atau bahkan dirimu sendiri sedang mencintai seseorang secara diam-diam? Apakah kamu pernah mengetahui alasan mengapa seseorang memilih mencintai diam-diam? Atau kamu justru pernah mencintai seseorang diam-diam?

Seseorang yang memilih mencintai tambatan hatinya dalam diam, nyatanya bukan tanpa alasan. Mencintai diam-diam bukanlah hal yang mudah, bahkan terkadang membuat diri sendiri merasa serba salah. Oleh karena itu, jika seseorang memilih mencintai diam-diam, pasti ada alasan kuat yang melatar belakangi keputusan itu.

Namun seperti apa yang telah terjadi, tidak sedikit pula orang yang berpegang teguh untuk memendam perasaannya. Lalu sebenarnya, apa sih alasan seseorang memilih mencintai secara diam-diam?

Dilansir dari viva.co, berikut 5 alasan seseorang memilih mencintai dalam diam.

Minder

Tidak jarang seseorang memilih memendam perasaannya karena merasa minder. Kenapa harus minder? Karena terkadang bisa jadi seseorang menyukai kakak kelasnya, bintang kelas, seseorang yang sudah sukses bekerja, memiliki banyak penggemar, atau secara fisik sangat tampan atau cantik.

Pernahkah kamu mengagumi seseorang karena bakat menulisnya yang keren, atau karena orang yang sedang kamu kagumi adalah publik figur, mantan pemimpin sebuah organisasi. Sehingga kamu pun merasa rendah diri dan tidak apa-apanya dibandingkan dia.

Karena disebabkan minder itulah seseorang merasa tidak pantas untuk bersanding dengan pujaan hatinya dan memilih untuk mencintai diam-diam. Padahal, setiap orang berharga dan cantik atau tampan dengan segala yang ada pada dirinya, termasuk kamu.

Si Dia Sudah Memiliki Kekasih

Tidak jarang pula alasan seseorang memilih mencintai diam-diam karena tambatan hatinya sudah memiliki kekasih. Bagaimanapun, hal tersebut membuat kita sadar diri untuk tidak mengungkapkan perasaan yang terpendam. Bahkan alasan satu ini kerap disebut paling menyakitkan, paling nyeksek (sampek susah napas) karena banyak di antara mereka lebih memilih orang yang dicintainya bahagia meski bukan dengan dirinya.

Malu

Sebagian orang yang memiliki sifat pemalu juga biasanya memilih memendam perasaannya. Daripada harus berterus terang, seseorang yang pemalu biasanya lebih senang meluapkan perasaannya melalui puisi ataupun syair.

Mereka tidak berharap si dia bisa membaca apalagi mengerti, tapi sekedar meluapkan perasaan agar tidak membara sendirian di dalam hati. Orang yang pemalu biasanya lebih menutup diri, benar-benar menjaga privasinya sendiri.

Karena Terlanjur Menjadi Sahabat

Jatuh cinta dengan sahabat sendiri juga bukan perkara mudah untuk diungkapkan, lho. Nyatanya, seringkali kita sudah berhubungan baik dengan seorang sahabat bertahun-tahun, bahkan sejak kecil. Sudah tahu lebih dari sekadar baik dan buruknya, lalu tiba-tiba muncul sebuah rasa yang tidak terduga. Lalu harus bagaimana?

Beberapa orang memilih mengutarakan perasaannya, meskipun harus mengorbankan persahabatannya. Bagaimanapun, urusan percintaan kerap kali memiliki konsekuensi sakit hati. Jika jalinan asmara tersebut tidak berhasil dijaga dengan baik, pada akhirnya akan timbul saling membenci. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah kehilangan sahabat, kehilangan kekasih pula.

Mencintai sahabat sendiri memang memiliki konsekuensi yang sangat besar, apalagi ada di satu organisasi. Apabila kita tidak mampu mengontrol dengan baik profesionalisme diri kita, maka sewaktu-waktu akan merambat terhadap berjalannya roda-roda organisasi.

Tapi, sebagian yang lain lebih memilih mengutamakan persahabatan, dengan konsekuensi memendam perasaan. Sebab, mereka menghargai persahabatan yang sudah tumbuh bertahun-tahun.

Menunggu

Dalam buku Nanti Ketika Di Malang karya pemilik akun instagram @faruq_btw ada kutipan seperti ini “Menunggu adalah maut yang sering kali membuat kita redup, namun rindu adalah denyut yang akan membuat kita akan terasa hidup.”

Seseorang memilih memendam perasaannya juga bisa dikarenakan menunggu si dia mengungkapkan perasaannya, ada yang sama?

Namun, hal ini akan membosankan karena sebuah hubungan seolah menggantung tanpa kepastian. Padahal, mungkin saja sudah saling membalas perhatian dan sayang-sayangan. Namun sampai kapan, nih, hubungannya di sini-sini saja. Cukup menjengkelkan.

So, mulai sekarang, asal tahu batasan dan etika cinta ungkapkan saja. Persoalan ditolak atau diterima urusan belakangan.

(Indotribun/Winda)

Komentar