oleh

AS Langgar INF Rusia Kembangkan Nuklir Baru

Presiden Rusia, Vladimir Putin, di hadapan anggota Dewan Keamanan di Novo-Ogaryovo, Rusia, Senin (5/8/2019). (REUTERS)

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberi peringatan bahwa Moskow akan mengembangkan rudal nuklir berbasis darat jarak dekat dan menengah jika Amerika Serikat melakukan hal yang sama seusai runtuhnya perjanjian pengawasan senjata.

Dikutip dari Reuters, hal tersebut disampaikan Putin pada saat menghadiri pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan di Novo-Ogaryovo, Rusia, Senin (5/8/2019).

Sebelumnya, secara resmi AS telah meninggalkan perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) pada Jumat, karena telah ditengarai Moskow melanggar perjanjian INF terlebih dahulu dan telah mengerahkan satu jenis rudal terlarang, meskipun Kremlin membantah tuduhan tersebut.

INF melarang rudal darat dengan jangkauan antara 310 dan 3.400 mil (500-5.500 km), mengurangi kemampuan kedua negara untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.

Media yang berbasis di London tersebut mengabarkan bahwa Putin memerintahkan kementerian pertahanan dan luar negeri dan dinas intelijen luar negeri Rusia SVR untuk memonitor secara cermat setiap langkah yang diambil AS untuk mengembangkan, memproduksi atau menyebarkan rudal yang dilarang berdasarkan perjanjian yang tidak berlaku.

“Jika Rusia memperoleh informasi yang dapat dipercaya bahwa Amerika Serikat telah selesai mengembangkan sistem ini dan mulai memproduksinya, Rusia tidak akan memiliki pilihan selain terlibat dalam upaya skala penuh untuk mengembangkan rudal yang sama,” kata Putin di dalam pernyataannya.

Komentar

News Feed