oleh

Begini Cara AJ Group Mengapresiasi Kinerja Karyawan

Foto Bersama AJ Group Cabang Malang Raya pada saat Rapat Evaluasi Tahunan (ist).

Indotribun.id, Bisnis- Aji Habibi, S.Ikom, salah satu pendiri dan Executive Chairman AJ Group, sering mengatakan bahwa pondasi terbesar dan paling penting AJ Group adalah keselamatan dan kesenangan karyawan. Bahkan, Aji sapaan akrabnya menempatkan posisi karyawan dan konsumen dua pucuk yang harus berjalan bersama.

”Karyawan dan konsumen sama-sama penting atas perkembangan AJ Group sejauh ini”, ungkapnya saat diwawancarai Tim Media Indotribun.id, Rabu (29/12/2021).

Menjelang akhir untuk bulan Desember ini, Aj Group dibidang Digital Marketing Developer telah melebihi target 200% transaksi. Perusahaan yang memiliki 6 cabang di Jawa Timur ini hampir genap berusia 8 Tahun.

Bermula dari 2 orang karyawan yang bekerja di ruang sempit, kini telah berkembang pesat dan memiliki 6 cabang perusahaan dan 4 anak perusahaan yang bergerak di bidang yang lainnya.

Perjalanan panjang AJ Group menjadi salah satu perusahaan yang inspiratif akibat tidak lepas dari kesetiaan dan kerja keras para karyawan AJ Group.

Menurut Haris Aji Fahrizal, Salah satu koordinator Cabang AJ Group Malang Raya, Ada beberapa kultur perusahaan AJ Group yang unik dan membuatnya terkesan selama bekerja di perusahaan ini:

  • Bonus Target

Setiap bulan AJ Group selalu melakukan evaluasi dan persiapan target yang akan dicapai dari tiap-tiap karyawan. Diakhir bulan karyawan yang mencapai target akan mendapatkan bonus.

  • Bonus Absensi

AJ Group di bidang Digital Marketing Developer mengharuskan setiap karyawan untuk melakukan absensi, baik ketika masuk maupun keluar kerja. Namun tidak hanya sekedar absensi, AJ Group akan memberikan bonus bagi karyawan yang konsisten melakukan absensi.

  • Tour Religi

Salah satu keseruan bekerja di AJ Group adalah setiap menjelang bulan puasa, semua karyawan akan diajak untuk Tour Religi. Hal itu selain sebagai ucapan rasa syukur, juga menyambangi makam bersejarah di Nusantara, agar tidak melupakan tradisi islami yang notabene semua karyawan mayoritas islam.

(Indotribun/wakid)

Komentar