oleh

Bepergian Keluar Kota Dengan Transportasi Darat Tak Perlu PCR-Antigen, Tapi Ini Syaratnya!

Transportasi Darat kini tanpa PCR-Antigen tapi bersyarat (ist).

Indotribun.id, Jakarta- Bagi anda yang ingin bepergian dengan menggunakan transportasi darat, mulai sekarang anda tidak perlu khawatir untuk PCR-antigen lagi. Namun ada beberapa syarat yang harus anda patuhi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang merilis syarat perjalanan darat terbaru menggunakan kendaraan pribadi hingga angkutan umum.

Kini, melakukan perjalanan pakai kendaraan pribadi dan transportasi umum tak perlu menunjukkan hasil tes antigen atau PCR lagi. Hal itu termaktub dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan No. SE 23 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa COVID-19.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenhub itu, setiap pelaku perjalanan menggunakan kendaraan bermotor umum, kendaraan bermotor perseorangan dan angkutan penyeberangan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pengendara atau penumpang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri. Jika tidak memiliki smartphone pendukung aplikasi tersebut maka dapat menunjukkan NIK atau nomor KTP.

Salah satu syaratnya adalah pelaku perjalanan juga memiliki dan menunjukkan kartu vaksin dosis kedua atau dosis ketiga (booster). Mereka yang sudah dapat vaksin dosis kedua dan ketiga tak perlu menunjukkan tes PCR atau antigen. Namun, jika pelaku perjalanan baru mendapatkan vaksin dosis pertama, maka harus menunjukkan hasil tes PCR dan antigen yang negatif.

Tidak hanya itu, pelaku perjalanan orang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Mereka juga diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Kini, pelaku perjalanan orang dengan usia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan bermotor perseorangan, kendaraan bermotor umum, transportasi penyeberangan dalam satu wilayah/ kawasan aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen.

Surat Edaran itu juga mengatur pembatasan kapasitas penumpang untuk kendaraan bermotor umum, kendaraan pribadi serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Lebih lanjut lagi, Setiap Kendaraan Bermotor Umum yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan antarjemput, antarprovinsi wajib masuk dan singgah di terminal penumpang.

(Frq/Adm)

Komentar