oleh

Besok 50 Ribu Buruh bawa 18 tuntutan Rayakan May Day di DPR dan GBK

Foto: Massa Aksi dari buruh saat Demonstrasi (@kspsidiu.atuc).

Indotribun.id, Jakarta- Besok Puluhan Ribu Buruh akan melakukan demonstrasi besar-besaran dalam merayakan May Day atau Hari Buruh Internasional yang bertepatan pada 14 Mei 2022. Dalam Perayaan tersebut, Massa Aksi akan membawa 18 Tuntutan.

Aksi besar-besaran tersebut, yang disampaikan oleh Said Iqbal selaku perwakilan dari buruh akan berlangsung di dua titik. Pertama di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dan yang kedua akan berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK).

“Satu, aksi di DPR RI yang diikuti oleh lebih dari 50 ribu buruh pada jam 10-12 siang. Kegiataan kedua bergerak menuju ke Stadion Utama GBK, 50 RIBU buruh akan lakukan May Day fiesta di 14 Mei 2022,” ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/5/2022).

Dalam sejarahnya, May Day pertama kali muncul di Amerika Serikat (AS) yang bermula dari perjuangan kaum buruh mendapatkan jam kerja 8 jam sehari di Chicago abad ke-19. Pada saat itu, ketika sistem kapitalis menguasai industri Amerika, buruh harus kerja selama 16 jam sehari. Sehingga mereka menuntut pengurangan jam kerja selama 8 jam.

Lebih lanjut, pada acara May Day Fiesta di GBK, Said Iqbal membeberkan bakal ada beragam orasi dari komponen gerakan buruh Indonesia. Setidaknya ada 4 pimpinan konfederasi serikat pekerja nasional, dan puluhan serikat buruh lainnya bakal hadir.

Pihaknya juga akan mengundang beberapa gerakan buruh dari berbagai negara untuk meramaikan peringatan May Day besok. Mulai dari Konfederasi Serikat Buruh Jerman, Australia, Finlandia, Asia Pasifik, hingga Brazil. Akan ada juga orasi dari Partai Perburuhan dari Brazil dan Australia.

Adapun tuntutan aksi akbar buruh tersebut, menurut Said Iqbal bakal membawa 18 tuntutan. Berikut diantaranya:
1. Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja
2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur), BBM, dan gas
3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB
4. Tolak upah murah
5. Hapus outsourcing
6. Tolak kenaikan pajak PPn
7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran
8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan
9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria
10. Stop kriminalisasi petani
11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis
12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS 13. Pemberdayaan sektor informal
14. Ratifikasi hasil Konferensi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja
15. Driver Ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya
16. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang
17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih)
18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya

(Dik/Fif)


Komentar