oleh

BNPB Update Korban Semeru, 10.400 Warga Mengungsi dan 1.027 Unit Rumah Rusak

Sampai saat ini BNPB mencatat ada 10.400 Warga mengungsi dan 1.027 Unit Rumah rusak (cnnindonesia.com).

Indotribun.id, Lumajang- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 10.400 warga yang mengungsi di 406 titik dan rumah rusak melebihi angka 1000 Unit akibat letusan Gunung Semeru hingga Senin (20/12/2021) pukul 18.00 WIB.

Dilansir dari kompas.com, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, titik pengungsian masih terpusat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Candipuro sebanyak 21 titik dengan jumlah 4.645 pengungsi.

Selain itu di Kecamatan Pasirian sebanyak 17 titik dengan 1.732 pengungsi. Terakhir, terdapat empat titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo yang menampung 1.077 pengungsi.

“Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru terus memutakhirkan data warga mengungsi,” kata Muhari dalam keterangannya dikutip dari kompas.com, Selasa (21/12/2021).

Menurut dia, selain terpusat di tiga kecamatan itu, sebaran titik pengungsian lain juga ada Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, dan Lumajang. Sedangkan di luar Kabupaten Lumajang, titik pengungsian yang teridentifikasi sebanyak sembilan titik di Kabupaten Malang yang menampung 341 orang.

Tidak hanya itu satu titik pengungsian juga tersedia di Kabupaten Blitar dengan total 20 pengungsi, satu titik di Kabupaten Probolinggo yang menampung 11 pengungsi, dan tiga titik di Kabupaten Jember dengan total 13 pengungsi.

Sampai memasuki minggu ketiga, posko masih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para warga di titik-titik pengungsian, seperti makanan, kesehatan dan pendidikan.

Data sementara, sampai berita ini tayang total rumah rusak akibat letusan Gunung Semeru mencapai 1.027 unit. Rinciannya, rumah rusak berat 505 unit di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kemudian, 437 rumah rusak berat dan 58 rusak ringan di Desa Supituriang, Kecamatan Pronojiwo.

Sedangkan jumlah warga meninggal dunia tercatat sebanyak 50 jiwa. Jumlah itu bertambah satu orang setelah satu warga yang mengalami luka berat dikonfirmasi meninggal.

Sampai saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus level III atau siaga sejak dinaikkan pada 16 Desember 2021. Dengan kenaikan aktivitas vukanik itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghibau agar warga tidak berkunjung di area yang berbahaya.

(Indotribun/Wakid)

Komentar