oleh

Dampak Perubahan Iklim, Hasil Panen Buah Apel Di Kota Batu Mengalami Penurunan

Penurunan drastis hasil panen buah apel di Kota Batu (Foto: ppid.batukota.go.id)

Indotribun.id, Kota Batu- Perubahan iklim yang terjadi di Kota Batu akibatkan sejumlah hasil tani mengalami penurunan produktivitas. Salah satunya adalah buah apel.

Kota Batu selain dikenal sebagai Kota Wisata, juga dikenal sebagai kota dengan hasil apel yang melimpah ruah. Namun beberapa akhir-akhir ini mengalami penurunan yang sangat drastis.

Menurut Fifi Salma Safitri, Ketua Organisasi Suara Perempuan Desa, Kota Batu menjelaskan terkait penurunan hasil panen buah apel yang awalnya berkisar di angka 62 ton per hektar, kini hanya berada di 10-15 ton per hektar.

“Dari tadinya 62 ton per hektar, sekarang mungkin hanya … di bawah antara 10-15 ton per hektar,”pungkasnya, dikutip dari Mongabay, Sabtu (12/03/2022).

Dalam penjelasan Fifi, dari 10 tahun terakhir Kota Batu mengalami penurunan iklim yang kurang baik. Kota Batu sebagai kota yang sering dianggap kota dingin dengan suhu 18-21 derajat celcius, namun akhir-akhir ini berada di angka 21-24 derajat celcius.

Menanggapi hal tersebut, Wahyu Eka Setiawan Direktur Eksekutif Wahana Linkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Kota Batu juga terjadi diberbagai daerah yang lainnya. Misalnya, di Sumenep Madura dan Gresik. Hal tersebut juga berdampak pada kelender cuaca nelayan.

Dampaknya tidak hanya itu, baginya akibat perubahan iklim hasil tangkapan menurun dan keselamatan nelayan saat melaut rawan.

“Itulah yang dialami nelayan tradisional di Masalembu, Sumenep dan Bawean, Gresik. Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi mereka,” katanya.

Sebagai penghasil buah apel dan pertanian yang lain, perubahan iklim yang terjadi di Kota Batu harus disikapi dengan baik. Pasalnya bila mengaca terhadap produktifitas apel sebagai buah yang memerlukan tanah yang basah dan suhu yang rendah untuk menghasilkan buah yang lebih baik.

(Frq/Adm)

Komentar