oleh

Data dan Fakta Omicron di Indonesia: 68 Kasus Meski Telah di Vaksinasi Lengkap

Omicron menjadi varian baru Covid-19 yang lebih berbahaya dari varian yang ada sebelumnya (ist).

Indotribun.id, Kesehatan- Sampai saat ini data perkembangan kasus Omicron di Indonesia semakin membengkak. Sampai saat ini kasusnya telah mencapai di angka 68 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang terakhir melaporkan bahwa total kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron di Indonesia mencapai 68. Dari angka itu, ada satu kasus Covid-19 varian Omicron transmisi lokal yang pertama kali terdeteksi di Jakarta.

Awal mulanya semakin tinggi penyebarakan kasus tersebut, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, mayoritas kasus Covid-19 varian Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dari Turki dan Arab Saudi.

“Dari Turki itu kebanyakan wisatawan, tapi kalau dari negara Arab Saudi dan beberapa negara lainnya kebanyakan PMI,” kata Nadia dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (30/12/2021).

Nadia menjelaskan pemerintah tak mungkin menutup pintu masuk kedatangan para WNI yang kembali dari luar negeri. Meski demikian, kata dia, pemerintah sedang mengkaji rencana pelarangan warga negara asing (WNA) asal Turki dan Arab masuk ke Indonesia.

“Nah apakah WNA-nya perlu dilakukan pelarangan seperti 13 negara lainnya itu masih terus kita kaji,” ujar dia.

Dilansir dari kompas.com, berikut fakta-fakta seputar kondisi pasien Covid-19 akibat penularan varian Omicron: Mayoritas sudah divaksinasi lengkap Kasubdit Pelayanan Kegawatdaruratan Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Asral Hasan mengatakan, mayoritas pasien Covid-19 akibat penularan varian Omicron sudah divaksinasi lengkap.

Adapun rincian jenis vaksin yang digunakan para pasien di antaranya, 30 persen Pfizer, 33 persen Sinovac, 17 persen AstraZeneca, 7 persen Sinopharm, Johnson and Johnson 5 persen, Moderna 3 persen, dan lainnya 5 persen.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada 5 orang pasien yang belum divaksinasi lengkap dari total 68 pasien tersebut. Selain itu, satu pasien baru disuntik dosis vaksin pertama.

“Hanya 6 orang yang belum divaksin, 5 orang itu belum sama sekali divaksin dan 1 orang sudah mendapatkan vaksinasi dosis satu,” kata Nadia dalam diskusi secara

Dalam hal ini  Kemenkes juga menyampaikan hasil sementara sero survei nasional. Menurut pihak Kemenkes, sero survei nasional menunjukkan bahwa kekebalan masyarakat terhadap Covid-19 cukup tinggi.

Nadia sebagai jubir menyampaikan hal itu terlihat dari tingginya filter antibodi yang terbentuk di masyarakat. Sero survei ini bertujuan mengetahui sejauh mana kekebalan komunitas atau herd immunity masyarakat terhadap Covid-19.

“Memang hasilnya belum keluar resmi, karena memang datanya belum selesai untuk dianalisis. Tapi dari data yang ada, terlihat bahwa filter antibodi yang terbentuk cukup tinggi di masyarakat,” ujar Nadia.

Menurut Nadia, kekebalan masyarakat terbentuk lantaran ada kelompok masyarakat yang sempat terinfeksi varian Delta tetapi kemudian melakukan vaksinasi.

“Jadi apa yang disebut superimmunity itu yang terjadi,” imbuhnya.

Meski demikian, ia meminta kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi penularan Covid-19. Sebab, beberapa provinsi mengalami peningkatan kasus dalam sepekan terakhir.

(Indotribun/wakid)


Komentar