oleh

Di Balik Viralnya Aplikasi FaceApp

-Dunia-371 views

play.google.com

Pengguna media sosial kembali digiurkan dengan aplikasi FaceApp. Aplikasi ini belakangan viral dan banyak digunakan oleh pengguna smartphone. Apalagi yang gemar bermain instagram, di sana sudah difasilitasi tagar #AgeCallenge. Coba buka eksplore dan tab tagar tersebut, maka akan menemukan ribuan foto orang berwajah tua.

Gambar dengan wajah tersebut adalah hasil FaceApp yang sukses membuat viral pengguna media sosial di seluruh dunia. FaceApp terdiri dari beberapa efek, seperti mencerahkan kulit,  memberi jenggot, merubah pria menjadi wanita dan juga efek lainnya. Namun, dari beberapa efek yang dapat digunakan hanya efek mengubah wajah menjadi tua yang banyak peminatnya. FaceApp menampilkan format foto kanan kiri, di mana di bagian kiri merupakan foto asli si pengguna dan di bagian kanan adalah hasil dari tampilan foto si pengguna yang sudah melalui proses edit.

Cara kerja FaceApp menggunakan sistem kerja Neural Network. Teknologi buatan Rusia ini memiliki kemampuan kecerdasan buatan menyerupai kerja otak, sehingga mampu menganalisa dan merubah wajah seperti sangat asli. Ini yang maksud dengan photorealism.

Neural network mampu memodifikasi wajah pada semua foto dengan tetap menjaga kualitas photorealistic atau keasliannya. Contohnya, dia bisa menambahkan senyum, mengubah jenis kelamin dan usia, atau mengubah terlihat lebih rupawan,” tutur Goncharov dikutip dari Tech Crunch, Senin (22/07).

Proses editing FaceApp berbeda dengan aplikasi edit foto yang lain. FaceApp tidak menggunakan sistem offline seperti beauty plus, adobe photoshop dan yang lain.

Sistem Neural Network Aghorithm dikhawatirkan mampu melacak dan mendeteksi wajah secara akurat. Saat ini, banyak sistem keamanan yang menggunakan Face Cloud untuk membuka kode kunci. Misal, pengguna smartphone yang banyak menggunakan kode kunci dengan wajah. Hal ini yang dikhawatirkan oleh beberapa pihak. Aplikasi ini mampu membuka sistem pada ponsel karena ponsel memiliki akses jaringan data.

“Hal serupa juga dikhawatirkan oleh pihak politisi AS. Bahkan salah satu senator AS meminta Federal Bereau Investigation (FBI) segera turun tangan untuk menyelidiki keamanan privasi pengguna FaceApp, karena FaceApp merupakan buatan wireless Lab star-up Rusia,” dikutip dari CNNBC Indonesia.

“Saya tidak dapat menggambarkan situasi di mana aplikasi tidak menjabarkan secara jelas mengenai penggelolaan foto yang diunggah ke server-nya,” kata Peneliti Keamanan dan Pengembangan Guardian Will Strafach, dikutip dari Wired, Selasa (22/07).

Penasihat Perlindungan Konsumen di Electronic Privacy Information Center, Christine Bannan, menilai, kebijakan privasi FaceApp perlu menjadi sorotan. “Ini perlu mendapat perhatian, karena aplikasi ini dimiliki pengembang Rusia. FaceApp adalah bagian dari masalah privasi,” katanya.

FaceApp merupakan aplikasi gratis yang dapat diunduh di play store dan sudah lebih dari 100 juta pengguna. Di balik viralnya FaceApp ternyata mengundang kontrovesi, bahwa dalam menggunakan FaceApp perlu berhati-hati. Bisa saja aplikasi tersebut menyimpan foto maskipun sudah dihapus dan disebarkan dengan tujuan komersil.

Untuk meredakan situasi ini CEO FaceApp  Yaroslav Goncharov mengatakan, pemerintah Rusia tidak memiliki akses apa pun ke data pengguna aplikasi. Sedangkan, perusahaannya hanya mengambil foto yang dimanipulasi pengguna di aplikasinya. Ia mengaku, FaceApp menghapus sebagian besar foto yang diunggah dan dikirim ke server mereka dalam 48 jam.

Perusahaannya juga sudah menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna meminta fotonya dihapus, walaupun, ia mengakui, perusahaannya belum menyediakan metode yang memudahkan pengguna mengetahui fotonya sudah dihapus atau belum.

“Tim support kami kelebihan permintaan (menghapus foto), tetapi hal ini, menjadi prioritas bagi kami. Kami pun sedang mengerjakan tampilan bagi pengguna (User Interface/UI) yang lebih baik untuk itu,” kata Yaroslav dalam pernyataan resminya.

Editor: Latif Fianto

Komentar

News Feed