oleh

Di Ramadhan Kemarin Ada Puasa Yang Batal? Ini Niat dan Waktu Menqadhanya

Ilustasi Buka Bersama Keluarga (Canva/Indotribun.id).

Indotribun.id, Edukasi- Bulan yang sangat mulia telah meninggalkan kita, Bulan suci Ramadhan kemarin menyisakan suka-duka yang tak penah bisa kita lupakan. Bagi yang bahagia, bersyukurlah karena berhasil menjalaninya dengan baik. Bagi yang belum merasa sempurna, bersabarlah masih ada kesempatan untuk menyempurnakannya. Apalgi bagi mereka yang tanpa sengaja batal puasanya ditengah jalan.

Bagi kita yang tidak lengkap menjalani ibadah puasa atau pernah berhalangan hinggga tidak bisa puasa, atau puasanya batal ditengah perjalanan. Kita semua memiliki kesempatan untuk menggantikannya. Salah satunya dengan mengqadha puasa Ramadhan.

Waktu mengqadha Ramadan dapat dilakukan di luar waktu Ramadan atau setelah habisnya bulan tersebut, seperti bulan Syawal. Sebelum mengamalkan, puasa ini juga perlu diawali dengan membaca niat puasa qadha Ramadan.

Mengutip dari buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, niat sudah dianggap cukup dalam Mazhab Syafi’i apabila seseorang cukup meniatkan diri dalam hati. Namun, pelafalan niat secara lisan merupakan anjuran dari kesunnahannya.

“Selain ditanamkan di dalam hari, niat juga harus dilafalkan dengan lisan karena pelafalan dengan lisan dapat membantu dan mempertegas niat tersebut,” bunyi keterangan tertulis dari buku tersebut.

Apa bacaan niat puasa qadha Ramadan?

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku berniat puasa Bulan Ramadhan di hari esok untuk mengqadha puasa karena Allah SWT.

Lalu Kapan Waktu Niat Mengqadha Puasa?


Menurut kesepakatan seluruh fuqaha dalam Fikih Empat Madzhab Jilid 2, membaca niat puasa qadha Ramadan dilakukan pada malam hari hingga terbit fajar. Keterangan tersebut dilandasi dari sabda Rasulullah SAW yang mengatakan,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).

Utamanya, bagi puasa qadha Ramadan yang bersifat wajib, melalui ijtima’ ulama bahwa bacaan niat yang dibaca setelah terbit fajar menjadi amalan yang tidak sah. Sebaliknya, niat puasa yang bersifat sunnah masih dianggap sah bila dibaca setelah terbit fajar.

“Sebab, puasa adalah ibadah yang disandarkan kepada suatu waktu, maka ia wajib ditentukan dalam niatnya, sama seperti salat lima waktu juga sama seperti qadha,” tulis buku terbitan Gema Insani tersebut.

Adapun bila lupa niat mengqadha puasa, tanpa didahului niat dari malam hari hingga terbit fajar dianggap tidak sah. Meski demikian, sebagian imam mazhab menyatakan, seorang muslim hendaknya tetap melanjutkan puasa pada siang harinya.

Lebih lanjut, Puasa qadha Ramadan tetap dilanjutkan dengan catatan dikenakan kewajiban bagi mereka untuk mengganti puasa yang ditinggalkan niatnya tersebut. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan pada bulan Ramadan.

“Sedangkan jika tidak berniat puasa malam hari itu karena kesengajaan maka puasanya dianggap tidak sah, karena segala puasa fardhu disyaratkan niat pada malam harinya,” kata Imam Malik, Syafi’i, dan Ahmad dalam buku Inilah Alasan Rasulullah SAW Menganjurkan Puasa Sunah oleh H. AmIrulloh Syarbini dan Hj. Iis Nur’aeni Afgandi.

Hal ini membuktikan betapa pentingnya membaca niat puasa qadha Ramadan bila hendak dilaksanakan pada bulan Syawal ini. Jadi, jangan lupa baca niatnya dengan benar ya.

(Frq/Hrs)

Komentar