oleh

Di Sepak Bola, Tidak Ada Istilah Kesempatan Dalam Kesempitan Indonesia!

Indonesia dipermalukan Thailand dengan skor telak di Final leg 1 AFF 2020 (ist)

Indotribun.id, Sepakbola- Kekalahan 4-0 Indonesia saat melawan Thailand seakan menjadi pukulan telak bagi masyarakat tanah air. Akankah masih ada harapan di leg kedua? Maaf, ini Sepak bola bukan cinta; tidak ada kesempatan dalam kesempitan untuk urusan ini!

Sungguh miris menyaksikan Indonesia disikat habis oleh Thailand empat gol tanpa balas di leg pertama Final Piala AFF 2020. Ini menjadi final dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah turnamen paling akbar di Asia Tenggara tersebut.

Indonesia seakan tak berdaya di hadapan Thailand dalam laga yang dihelat di National Stadium, Rabu (29/12/2021) malam tersebut. Di babak kedua pun sama, pertahanan Indonesia semakin habis dipermainkan Thailand.

Dalam sejarahnya, Piala AFF pertama kali digelar pada tahun 1996, kala itu masih dikenal dengan nama Piala Tiger. Laga Indonesia vs Thailand kali pertama menjadi partai final dan nahasnya, pada saat itu juga menjadi selisih gol paling telak.

Tidak hanya itu, Indonesia kembali mengalami hal yang sama, tepatnya di final Piala AFF 2000 dan 2010. Pada edisi 2000, final hanya dimainkan satu kali, dan Thailand berhasil menjadi juara usai menundukkan Indonesia 4-1.

Sepuluh tahun kemudian, Indonesia kembali dibuat jatuh, kali ini oleh Malaysia. Dalam laga final leg pertama yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Irfan Bachdim dkk kalah telak 0-3.

Pada leg kedua, skuad Garuda hanya bisa membalas lewat kemenangan 2-1. Hal itu jelas tak cukup, sebab skor agregat 4-2 membuat Harimau Malaya meraih gelar AFF pertamanya.

Sejarah Piala AFF mencatat, baru sekali ada tim yang berhasil menjadi juara setelah kalah di final leg pertama, yaitu Thailand yang mampu melakukannya di Piala AFF 2016.

Itu juga terjadi pada saat melawan Indonesia, Thailand sempat kalah 1-2 di Stadion Pakansari pada 14 Desember 2016. Namun tiga hari berselang, Teerasil Dangda dkk menang 2-0 di Bangkok, sekaligus meraih gelar AFF kelima sepanjang sejarah.

Sampai kapan kita terus-menerus menjadi finalis, dan berulangkali mengalami hal yang miris? Meski sebenarnya Indonesia masih punya peluang untuk menjuarai Piala AFF 2020. Syaratnya satu, yakni menang dengan selisih minimal lima gol di leg kedua. Berat? tidak ada sesuatu hal yang ringan setelah mengalami kalah yang paling parah, namun segalanya masih mungkin dalam 90 menit berikutnya.

Kita ulangi sekali lagi, ini Sepak Bola bukan Cinta; tidak ada kesempatan dalam kesempitan setelah mengalami kekalahan yang besar.

(Indotribun/Faruq)

Komentar