oleh

Dituduh Makar Solider Lakukan Aksi Damai Depan Kantor DPRD Kota Malang

-Regional-260 views

Para demonstran saat berkumpul di depan kantor DPRD Kota Malang, Senin (21/10/2019)

Malang, Indotribun.id – Kerap dituduh makar untuk menangkap dan menahan aktivis politik Papua maupun aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Komunitas Solidaritas Rakyat Malang untuk Demokrasi (SOLIDER) melakukan aksi damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Senin (21/10/2019).

“Jelas tindakan intimidasi dan represif pihak kepolisan terhadap sejumlah aktivis Papua sudah melanggar UU No. 15 Tahun 2005 pasal 18,19 dan 21,” ucap  Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Rahmat saat ditanya wartawan.

Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan yang dibawa. Beberapa di antaranya, harus membebaskan 22 aktivis Papua yang menjadi tahanan politik tanpa syarat, mengusut tuntas segala bentuk intimidasi terhadap mahasiswa dan warga sipil Papua, menghentikan kriminalisasi kepada aktivis HAM, dan hentikan pembungkaman ruang demokrasi melalui instansi pendidikan.

“Mereka ditangkap tanpa adanya bukti kekerasan dan melanggar UU No. 15 Tahun 2005. Sedangkan dalam prosedur penangkapan itu harus ada bukti yang kuat. Mereka ditangkap dalam menyuarakan ruang-ruang demokrasi, menyuarakan HAM, dan tuduhan makar. Tuntutan kami hanya ingin segera dibebaskan para aktivis yang ditahan tanpa bebas bersayarat,” ungkap Rahmat.

Rahmat menegaskan bahwa selain prosedur yang ada, pihaknya yakin bahwa teman-teman aktivis Papua dalam menyuarakan HAM telah benar serta menjadi hal biasa yang harus dilakukan oleh siapa pun.

“Itu jelas merupakan hak warga negara yang sudah dijamin dalam UU pasal 9 tahun 1998, di mana setiap warga negara bebas berpendapat di muka umum,” imbuhnya.

Tuntutan yang mereka suarakan diharapkan segera didengar oleh seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah dituntut membuka kebebasan jurnalis serta menghentikan segala bentuk intimidasi.

Editor: LF

Komentar

News Feed