oleh

Dosen Unitri Sulap Krokot Jadi Dimsum

Foto bersama Dosen UNITRI dan Tim di Desa Wonosalam, Jombang (Dok/Pri).

Indotribun.id, Jombang – Di tengah perbaikan ekonomi akibat Covid-19 Dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang berhasil menyulap Krokot menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai ekonomi untuk masyarakat luas.

Hal tersebut dilakukan melalui program hibah riset keilmuan e-rispro DIKTI di Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang dengan mengusung tema “Aktualisasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Desa Wonosalam melalui Implementasi Riset Produktif Berbasis Kearifan Krokot”.

Menurut Wahyu Mushollaeni (42) sebagai ketua program e-rispro mengungkapkan bahwa program tersebut adalah salah satu program dari pendanaan LPDP untuk mengangkat potensi lokal yang dapat berdaya saing.

“Program ini merupakan salah satu tema yang diusung dalam program hibah riset keilmuan e-rispro LPDP, yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat, terutama bagi pegiat Desa Wisata di Wonosalam”. Pungkasnya, dalam rilis yang dikirim ke Indotribun.id, Jumat (17/06/2022).

Selain itu, Ibu 2 anak tersebut juga menambahkan bahwa Desa Wonosalam yang ada di Kabupaten Jombang Jawa Timur itu sangat potensial dalam pengembangan Sumber Daya Alam.

“Kecamatan Wonosalam ini merupakan salah satu Desa dengan potensi sumber daya alam yang menjanjikan di masa yang akan datang”, ujarnya.

Samuki (53) selaku Kepala Desa di Desa Wonosalam turut menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan krokot ini sangat menarik untuk dikembangkan dalam rangka membantu ekonomi desa.

“Saya awalnya sangat meremehkan namun seiring berjalannya waktu saya rasa ini adalah hal yang menarik karena krokot merupakan bahan yang mudah di dapat di Desa Wonosalam”, Pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Krokot dikenal oleh masyarakat merupakan tanaman liar dan seringkali menjadi pakan serangga, namun tim dari Unitri yang terdiri dari Dr. T. Wahyu Mushollaeni sebagai ketua dan Tim lainnya Lorine Tantalu dan Abdul Ghofur yang merupakan anggota merubahnya menjadi tanaman yang layak dimakan oleh manusia setelah melakukan uji klinis di Laboratorium Pangan.

“Krokot ini sudah kami uji gizi dan layak untuk dikonsumsi”m imbuh wahyu.

(Frq/Put)

Komentar