oleh

Fakta Sejarah Kata ‘Jancok’ dalam Peristiwa 10 November 1945

Ilustrasi: Jancik Fakta sejarah kebenarannya (Ist).

Indotribun.id- Jika anda berkunjung ke Surabaya dan melebur dengan masyarakat sana, pasti anda akan menemukan bahasa ‘Jancok’ yang akan mereka lontarkan sebagai kalimat misuh atau sumpah serapah.

Kata ‘Jancok’ memiliki sejarah unik dalam fakta peristiwa 10 November 1945 yang kemudian masyarakat Indonesia menyebutnya Hari Pahlawan.

Dilansir dari detik.com, awal mula sejarahnya, ada sebanyak 30 ribu pasukan sekutu Inggris memborbardir Kota Surabaya pada 10 November 1945 melawan para pejuang Indonesia. Pertempuran ini kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tak hanya lewat udara dan laut, pasukan sekutu juga mengerahkan pasukan infantri dengan dukungan kendaraan tempur tank. Mereka terus merangsek melalui darat dan memaksa mundur para pejuang.

Perang yang diprediksi Inggris hanya memakan waktu 3 hari ternyata menjadi 23 hari. Pertempuran yang disebut Inggris sebagai inverno atau neraka itu menuai banyak korban yang berjatuhan, terutama dari pihak pejuang Indonesia.

Sengitnya pertempuran itu juga banyak terdokumentasi dari foto-foto sejarah yang beredar. Bahkan salah satu foto yang sempat terekspost do media sosial memberikan keterangan betapa tangguhnya kendaraan lapis baja milik sekutu itu.

Dalam peristiwa tersebut, tampak sejumlah pasukan sekutu sedang berpose bersama pada sebuah tank bertuliskan ‘Jan Cox’. Sebuah Tank tangguh, salah satu kendaraan lapis baja yang diyakini sangat ditakuti oleh pejuang arek-arek Suroboyo tempo dulu.

Tak heran kalau tank itu lewat para pejuang langsung memilih mundur sambil meneriakkan tulisan ‘Jan Cox’. Tulisan ini kemudian diduga menjadi asal usul kata khas Surabaya yakni ‘Jancuk’.

Lalu apakah benar pose para sekutu pada tank tersebut merupakan asal-muasal kata ‘Jancok’ yang sering dipakai arek-arek Suroboyo?

Dalam hal ini, setelah dikonfirmasikan pada Pegiat Sejarah Surabaya, Kuncarsono menyebut pose para sekutu pada Tank Jan Cox itu benar adanya, namun untuk foto yang kemudian mengaitkannya dengan kata ‘Jancuk’ hanya dikait-kaitkan saja.

Menurutnya, tank itu terkonfirmasi tidak pernah bertempur di Surabaya. Ia kemudian meluruskan bahwa foto tersebut diambil pada tahun 1947 di Jawa Barat dan bukan di Surabaya pada tahun 1945.

Ndak. Itu gak di Surabaya. Tapi Jawa Barat tepatnya di Garut. Itu foto barusan aja. Tembung gatik. Tahun 1947. Tembung gatuk,” pungkas Kuncar, sapaan akrabnya dikutip dari detikcom, Rabu (10/11/2021).

Dari informasi yang didapatkan, terang Kuncar, bahwa tank tersebut memang benar milik Belanda, tapi sempat dikuasai para pejuang di sana. Namun tak lama, tank tersebut kembali dapat direbut Belanda waktu itu.

“Kalau soal nama. Ya biasanya kan kendaraan-kendaraan tank itu kan selalu dicat dikasih tulisan atau nama pasukannya. Jadi gak ada hubungannya dengan ‘Jan Cox’ dengan kata ‘jancuk’. Utak atik tembung gatuk dan ngawur saja,” ombuhnya.

(Indotribun/Wakid)

Komentar

News Feed