oleh

Fenomena Spirit Doll, Hal Baru atau Tabu?

Fenomena spirit doll kembali viral setelah salah satu artis Indonesia, Ivan Gunawan dalam aktivitas sering bermain dengan boneka (ist).

Indotribun.id,Entertainment- Setelah viral di media sosial karena salah satu artis, Ivan Gunawan memamerkan boneka dalam aktivitas kesehariannya, Spirit doll atau dikenal dengan boneka arwah ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Spirit doll merupakan boneka yang menyerupai bayi dan diperlakukan layaknya anak dengan diberi makan, berpakaian, dan dirawat setiap hari.

Bagaimana Asal-Muasal Sejarah Spirit Doll?

Sejarah Spirit Doll

Sekilas melihat dari belakang. Dunia internasional pertama kali menemukan hal tersebut di Thailand. Dilansir dari The Culture Trip, (11/12/2017), Spirit Doll mirip seperti boneka bayi dari Thailand yang disebut Luk Thep.

Mengutip dari detik.com, Luk Thep atau “Malaikat Anak” dalam bahasa Thailand adalah boneka bayi yang dipercaya dirasuki roh halus pembawa keberuntungan, dan kemakmuran.

Seperti Spirit Doll, Luk Thep diperlakukan layaknya bayi atau anak sungguhan, mulai dari diberi makan, pakaian, dan digendong.

Sebenarnya, terdapat beberapa teori mengenai bagaimana tradisi Luk Thep ini muncul. Salah satunya mengatakan Luk Thep dipopulerkan oleh Mae Ning.

Lut Thep disebut-sebut bertanggungjawab mengubah boneka plastik sederhana menjadi pembawa keberuntungan yang dihormati.

Tak lama setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, para Biksu Budha dan peramal mengadakan ritual untuk menempatkan roh keberuntungan ke dalam boneka plastik.

Teori lain mengatakan tentang asal usul Luk Thep menyebut tradisi itu adalah versi terbaru dari Kuman Thong.

Kuman Thong adalah janin yang telah meninggal sebelum dilahirkan. Itu disimpan dan diyakini membawa arwah anak yang telah meninggal.

Sementara itu, lainnya percaya bahwa tradisi Luk Thep terkait dengan tingkat kesuburan yang rendah di Thailand, karena wanita Thailand paruh baya paling sering membawa boneka suci ini.

Keyakinan umum lainnya juga Luk Thep, muncul karena iklim ekonomi yang menantang di Thailand pada tahun 2016 ketika tradisi itu lahir, warga Thailand membutuhkan sesuatu untuk dipegang (secara harfiah).

Hal itu sangatlah lumrah jika terjadi di Masyarakat Thailand, karena mayoritas penduduknya percaya akan tahayyul dan mitos-mitos yang ada di sana.

Apakah masyarakat Indonesia masih memiliki sifat primitif dan percaya akan hal mistis? Di satu sisi memang perlu yakin, asal jangan berlebihan.

(Indotribun/Faruq)

Komentar