oleh

Google Jaga Privasi Pengguna

-Bisnis-197 views

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat orang seolah semakin tidak memiliki privasi. Kehidupan pengguna teknologi, terutama media sosial, terpampang jelas di setiap ruang maya. Hal ini menjadikan ruang privasi antar pengguna semakin tipis dan tak terkendali.

Berangkat dari keresahan tersebut Google, sebuah perusahaan yang saat ini berada paling depan dalam perangkat teknologi dan urusan manusia di era digital, memberikan kabar terbaru tentang pengendalian privasi seseorang atau pengguna.

Dikutip dari The New York Times, Kepala Eksekutif Google, Sundar Pichai, di depan para pengembang saat konferensi tahunan, menyampaikan kesadarannya tentang privasi konsumen saat ini yang tidak sejalan dengan sejarah atau pengalaman pengumpulan data online secara intensif.

“Kami pikir privasi adalah untuk semua orang. Bukan hanya untuk beberapa orang. Kami ingin berbuat lebih banyak untuk tetap berada di depan dalam hal merespons ekspektasi pengguna yang terus berkembang secara konstan,” katanya di Mountain View, Calif, Selasa (7/5).

Dalam kesempatan tersebut Google memperkenalkan seperangkat alat produknya yang dapat memberi pengguna lebih banyak kendali untuk mengontrol privasi mereka sendiri sehingga aktivitas online mereka sulit dilacak.

Rencananya, Google akan mengizinkan penggunanya untuk dapat menavigasi peta, menonton video di YouTube dan mencari informasi dalam “mode penyamaran,” serta membatasi jumlah informasi yang dibagikan. Rencana yang lain, produk Google juga akan memungkinkan si pengguna dapat menghapus riwayat aktivitas web dan aplikasi secara otomatis setelah tiga atau 18 bulan.

Tidak hanya itu, Google juga berencana akan memudahkan pengguna dalam menemukan dan menghapus informasi yang telah mereka bagikan, termasuk data lokasi di peta (maps). Termasuk akan menyederhanakan cara membatasi berbagi data lokasi dengan penyedia aplikasi di sistem Android. “Ini adalah perubahan yang berarti ketika menyangkut harapan privasi pengguna, tapi saya rasa ini tidak akan mempengaruhi bisnis mereka. Jadi, mengapa mereka tidak melakukan hal-hal ini untuk memberi kesan privasi yang lebih banyak?” ujar Pichai.(nytimes/fianto)

Komentar

News Feed