oleh

Gus Baha: Dalam Dzikir Ingat Allah Itu Baik, Tapi Harus dengan Cara yang Benar dan Tak Berlebihan

K.H. Ahmad Bahauddin (Gus Baha) merupakan salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU). (ist).

Indotribun.id- Dzikir secara etimologi memiliki arti ‘mengingat’ atau ‘menyebut’, sedangkan secara terminologi dzikir memiliki definisi prosesi komunikasi antara hamba dan Tuhannya.

Dengan selalu mengingat Allah SWT, hati seorang muslim akan diselimuti rasa aman, tentram, dan damai.

Namun, meski menyimpan segudang manfaat, dzikir ternyata tak selamanya memberikan efek baik pada manusia. Terlebih, ketika amalan dzikir itu tidak mempunyai sanad keilmuan yang bisa dipertanggung jawabkan atau bisa saja salah niat.

Gus Baha, dalam hal tersebut memberikan cara benar dalam berdzikir dengan cara istiqomah. Gus Baha, memiliki nama lengkap K.H. Ahmad Bahauddin, merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari Rembang. Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur’an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair.

Dilansir dari portaljember.com, dalam kajiannya, Gus Baha sempat mengatakan, banyak kalangan masyarakat muslim sering mengabaikan efek negatif dari keseringan berdzikir.

Menurutnya, mempelajari suatu ilmu lebih baik ketimbang membaca kalimat-kalimat dzikir sampai ratusan bahkan ribuan kali.

“Kelemahan dari wirid-an (dzikir) orang diberikan hak untuk berkhayal sesukanya. Yang dia nggak tahu efek negatifnya adalah dia nggak pernah ingat Allah dengan makna yang dikehendaki Allah,” ungkap Gus Baha, dilansir dari portaljember.com yang mengutip dari YouTube Santri Gus Baha yang diunggah pada 3 Desember 2020.

“Santri itu disuruh ngaji supaya tahu hukum halal haram Allah, tetapi malah wirid-an (dzikir),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Baha menjelaskan ilmu pengetahuan yang notabenenya wasiat Allah SWT, dalam Islam kedudukannya lebih diutamakan dibanding rajin berdzikir.

“Allah mengistilahkan wiridan itu hanya untuk mengingatnya. Tapi kalau mengistilahkan ilmu yusikumullahu (ini wasiat Allah).”

Meski tergolong ibadah, dzikir dengan berlebihan ternyata juga sangat dilarang oleh Allah SWT. Hal itu termaktub dalam Q.S Al-Araf ayat 31, berikut lafadznya:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Artinya: “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.”


Gus Baha menyarankan, untuk berdzikir dengan sewajarnya, dan tidak melupakan kewajibannya menuntut ilmu sampai ajal menjemput.

(Indotribun/Wakid)

Komentar

News Feed