oleh

Harapan Pengrajin Tahu Terhadap Pemerintah Akibat Kenaikan Harga Kedelai

Para pengrajin Tahu Cap Melati Kota Batu saat proses pengemasan (Foto Dok/Pri).

Indotribun.id, Batu- Akibat harga kedelai yang semakin melonjak, berimbas pada produksi tahu yang semakin berkurang. Berdasarkan data Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), harga kedelai berada dikisaran Rp. 11.300/Kg.

Hal tersebut dirasakan betul oleh para pengrajin tahu di Kota Batu, salah satunya adalah Tahu Cap Melati. Akibat efek kedelai yang semakin hari semakin mahal, para pengrajin tahu dibuat kebingungan untuk menyesuaikan harga dengan para pelanggannya.

Koesumarini, admin dari Tahu Cap Melati Kota Batu, menyampaikan pihaknya dibuat kebingungan untuk menyesuaikan harga dengan para pelanggan tetapnya. Pihaknyan sempat bertahan dengan harga awal, namun akibat harga kedelai  terus melambung tinggi, mau tidak mau pihaknya juga menyesuaikan dengan harga bahan pokok tersebut.

“Kemarin kita sempat kebingungan, mau menaikkan harga tapi kita juga memikirkan pelanggan. Karena kalo kita mau menaikkan harga 50 rupiah saja kadang rame.” Ungkapnya ketika diwawancarai oleh Tim Media Indotribun.id di program observasi, Sabtu, (5/03/2022).

Ibu Rini, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa para pengrajin tahu dimasa pandemi hingga saat ini mengalami persoalan yang cukup bertubi-tubi, mulai dari kenaikan harga pokok dari pengolahan tahu hingga menurunnya para pembeli tahu.

Jika pada masa sebelum pandemi harga kedelai berada dikisaran Rp. 6.700/kg, masuk pada masa pandemi terus mengalami kenaikan. Hingga terakhir ini berada di harga Rp. 11.300/kg.

Tidak hanya itu, selain bahan pokok yang terus mengalami kenaikan harga, bahan penunjang yang lainnya juga mengalami kenaikan yang sama. Katakanlah seperti plastik untuk pengemasan dan juga cuka untuk bahan penunjang pengolahan tahu.

“Persoalan yang terjadi pada pengrajin tahu tidak hanya di harga kedelainya, melainkan harga plastik, dan harga cuka serta bahan penunjang yang lainnya juga mengalami kenaikan. Itu yang membuat kami bingung untuk menyesuaikan harga,” jelasnya.

Tahu Cap Melati KOta Batu (Dok/Pri)

Harapan Pengrajin Tahu

Ibu Rini berharap banyak terhadap pemerintah bagaimana caranya agar harga kedelai bisa stabil kembali. Karena bagaimana pun Tahu merupakan makanan khas masyarakat Indonesia, yang harus tetap terjaga kestabilannya.

“Harapan kami bagaimana harga kedelai bisa stabil, kalo kedelai bisa stabil dan harga tahu bisa turun, kami tidak kebingungan lagi dan masyarakat nyaman,” pungkasnya.

“Bagimana pun Tahu adalah makanan khas masyarakat Indonesia, jangan sampai akibat kenaikan harga kedelai menjadikan tahu mengalami penurunan baik dalam produksi maupun peminatnya.” Imbuhnya.

Sebagai Informasi, harga Tahu Cap Melati selama pandemi mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Yang awalnya seharga Rp. 3.500/pcs, kini seharga Rp. 4.500/pcs.

(Frq/Adm)

Komentar