oleh

Hari Tani Nasional 2021, Tema Besar dan Sejarahnya

Flayer Hari Tani Nasional 2021 (Foto: Indotribun)

Indotribun.id- Indonesia yang dikenal sebagai Negara agraris tentu akan selalu mengandalkan bidang pertanian sebagai suatu concent masyarakatnya menjadi sebuah sumber mata pencarian atau menjadi penunjang pembangunan Negara.

Sejauh ini, sektor pertanian masih dan selalu saja dipandang sebelah mata. Dengan semakin menghegemoninya modernitas dikalangan masyarakat dan pemuda milenial, seharusnya semuanya perlu sadar dan menyadari bahwa pentingnya pertanian bagi masyarakat Indonesia.

Melansir dari halaman Serikat Petani Indonesia (SPI), selama ini sektor pertanian menjadi penyumbang PBD terbesar bagi masyarakat kita. Namun peranannya semakin merosot kebawah, akibat sektor non pertanian yang relatif tumbuh dan berkembang pesat.

Di era digitalisasi yang mengandalkan teknologi sebagai garda terdepan tidak mampu digerakkan bersama. Justru hanya segelintir orang saja yang dapat melakukannya, hingga kolaboratif teknologi dibidang pertanian hanya dapat dibilang berjalan statis.

Selain itu, banyak masyarakat Indonesia yang pesimistis dalam membidangi pertanian, terkhusus masyarakat awam dan menengah kebawah. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah, pasalnya, keluhan dari para petani tersebut, kuntungan yang mereka dapatkan cenderung tidak menutupi modal.

Hal itu karena dipermainkan oleh mafia pasar, hingga merambat pada kesejahteraan masyarakat petani Indonesia.

Oleh karena itu, penting memperinghati Hari Tani Nasional sebagai alarm dan penanda masyarakat Indonesia, bahwa sektor pertanian yang dikampanyekan menjadi penopang besar kebutuhan Negara.

Pada kenyataannya kesejahteraan para kaum tani masih saja terseok-seok dibawah. Maka seyogyanya menjadi kewajiban pemerintah perlu terjun langsung, memperhatikan para petani terkait kesejahteraannya.

Tema Besar Hari Tani Nasional 2021

Dilansir dari merdeka.com pada Hari Tani Nasional 24 September 2021, SPI mengusung tema “Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Penguatan Kebijakan Reforma Agraria untuk Menegakkan Kedaulatan Pangan dan Memajukan Kesejahteraan Petani dan Rakyat Indonesia”.

Tema besar tersebut memiliki tujuan dan arah gerak besar, terkait upaya peneguhan reformasi agraria dan kesejahteraan para kaum tani Indonesia.

SPI juga siap mendorong pembentukan kampung-kampung reforma agraria dan kawasan daulat pangan, di mana kekuatan massa petani sebagai motor penggerak utama dalam meredistribusi tanah dan membangun kehidupan secara kolektif.

Tidak hanya itu, SPI juga akan menyelanggarakan agenda seperti diskusi publik, kampanye reformasi agraria dan advokasi pada pemerintah terkait, serta mengkampanyekan aksi demontrasi di jalanan.

Sejarah Hari Tani Nasional

Melansir dari laman resmi SPI, berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Soekarno, Nomor 169 tahun 1963, tanggal 24 September ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional.

Tanggal tersebut sengaja dipilih karena bertepatan dengan momentum ditetapkannya pengesahan undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

Sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah pada waktu itu berusaha merumuskan undang-undang baru untuk mengganti undang-undang agraria yang lama, warisan dari para pemerintah Hindia Belanda.

Maka pada tahun 1948 dibentuk panitia Agraria Yogya, namun usaha tersebut tidak menemukan hasil. Tahun demi tahun tetap berlanjut, tapi kerap kali mengalami kegagalan.

Pemerintah sempat membentuk Panitia Agraria Jakarta 1952, Panitia Suwahyo 1956, Panitia Sunaryo 1958, dan Sadjarwo 1960. Panitia terakhirlah yang mampu membuat rumusan tersebut menjadi undang-undang sah tentang agraria.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki tantangan baru dalam melanjutkan rumusan terbaik dibidang pertanian oleh Presiden Periode pertama. Masa jabatan Jokowi 2019-2024 masih terbilang masih lama. mampukah Presiden Jokowi menjamin kesejahteraan kaum tani dan mempertahan kedaulatan diera pandemi seperti sekarang ini? mari kita saksikan bersama.

Redaktur: Faruq Bytheway

Komentar

News Feed