oleh

Jokowi dalam Tekanan Psikis

Dewasa ini, akibat merebaknya Virus Corona (Covid-19) yang bermula dari Cina telah mengantarkan dunia internasional pada ambang kehancuran. Tercatat, hingga kini Covid-19 sudah menyebar ke 200 negara, termasuk Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, persebaran Virus Corona di Indonesia telah menggurita ke berbagai Provinsi. Sementara, kontaminasi Virus Corona kian meningkat tak terbendung. Terdata,  jumlah pasien yang positif terpapar Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 893 orang hingga kamis (26/3/20). Bersamaan dengan itu, Jumlah meninggal dunia mencapai 78 orang dan sembuh 35 orang.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, Covid-19 juga telah menghancurleburkan segala dimensi sosial bangsa. Seperti; ekonomi bangsa yang semakin anjlok, pekerja sektor informal serentak terhenti, proses belajar mengajar pada pendidikan formal mengalami kemandekan, roda pemerintahan bertati-tati dan lain sebagainya. Berbagai kebijakanpun sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna menangkis laju wabah Corona.

Sementara, di tengah kondisi bangsa yang sedang tidak sehat akibat mewabahnya Virus Corona, Jokowi kembali harus menelan pil pahit. Ia kehilangan ibunda tercinta, Sujiatmi Notomiharjo. Kabarnya, Sujiatmi Notomiharjo wafat di usia 77 tahun setelah menderita penyakit kanker selama empat tahun terakhir. Kepergian Sujiatmi Notomiharjo memendam luka mendalam bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan keluarga besar Jokowi khususnya.

Dalam kondisi demikian, tampaknya Jokowi sedang mengalami tekanan secara psikis. Pasalnya, ia dihadapkan oleh dua ujian berat. Di samping Jokowi sebagai kepala negara yang harus bertanggung  jawab penuh meredam eskalasi wabah Corona, ia juga diterpa badai duka. Sungguh, ini cobaan berat dalam hidupnya.

Heroiknya, meskipun situasi pilu tengah menyelimutinya, tak menyurutkan tanggung jawabnya sebagai presiden. Terbukti, seusai jenazah sang ibu di makamkan, Jokowi bergegas menjalankan tugas sebagai kepala pemerintahan. Ia mengikuti KTT luar biasa G20 di Istana Bogor, pada kamis (26/3/2020). Dalam KTT Jokowi menyerukan agar para pemimpin negara G20 bersama-sama melawan Covid-19 dan melawan pelemahan ekonomi. Di sisi lain, Jokowi juga meminta para menteri tetap bekerja menanggulangi wabah Corona.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed