oleh

Kandidat Presiden AS 2020 Minta Twitter Tangguhkan Akun Trump

Ilustrasi: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (CNN)

Malang, Indotribun.id – Kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menegur whistleblower skandalnya dengan Presiden Ukraina di twitter dinilai dapat melukai perasaan seseorang. Atas dasar itu, akun twitter orang nomor satu di AS itu harus ditangguhkan.

Hal itu disampaikan kandidat presiden pemilu 2020 dari Partai Demokrat California Kamala Haris.

“Sejujurnya akun Twitternya harus ditangguhkan. Saya pikir ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa dia tidak bertanggung jawab atas kata-katanya yang akhirnya dapat melukai perasaan orang lain. Dan hak istimewa menggunakan kata-kata dengan cara seperti itu mungkin harus dicabut,” kata mantan Senator California itu, dikutip dari CNN Internasional, Rabu (2/10/2019).

Haris menilai, kicauan Presiden dan perilakunya terkait laporan skandalnya itu adalah bukti bahwa dia menggunakan kekuatannya untuk menjatuhkan orang, bukannya mengangkat orang. Pandangannya agar Twitter manangguhkan akun Trump dianggap perlu.

Hal demikian bukan bentuk upaya mengekang kebebasan ekspresi Trump. Ia membantah memiliki motif seperti itu. “Jika dia tidak menahan diri, maka, mungkin, harus ada mekanisme lain untuk memastikan bahwa kata-katanya tidak melukai siapa pun,” ungkapnya.

Polemik ini muncul setelah Trump menegur whistleblower skandalnya dengan Presiden Ukraina. Trump menulis cuitannya dengan menggunakan tagar “#FakeWhistleblower,” dan berulang kali menyebut keluhan pelapor tersebut sebagai pelapor palsu.

Skandal itu sendiri terungkap pertengahan September lalu. Trump menahan dana dantuan militer untuk Ukraina sebesar US$ 400 juta dan menekan Zelensky menyelidiki Hunter Biden, putra Joe Biden, calon pesaing Trump di Pemilu AS 2020.

Komentar

News Feed