oleh

Kemenperin Berikan Jawaban Soal Sulit Ditemukannya Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Per Liter

Foto: saat masyarakat kesulitan mencari minyak goreng curah yang murah (Instagram: @minyakgoreng_agen).

Indotribun.id, Jakarta- Minyak Goreng Curah harga Rp 14.000 sampai saat ini sulit sekali untuk ditemukan oleh masyarakat, padahal pemerintah sejak lama telah menyesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kemenperin pun beri jawaban yang tak terduga.

Beberapa waktu yang lalu, Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beserta pelaku usaha minyak goreng terkait penjelasan mengenai tata kelola industri dan minyak goreng.

Dalam rapat itu, pimpinan rapat Komisi VII Maman Abdurrahman mempertanyakan kepada Kemenperin mengapa minyak goreng curah sesuai HET tidak ditemukan di pasaran. Padahal, pemerintah mengeklaim sudah menyalurkan minyak goreng sesuai HET.

“Pertanyaan satu harga itu sesuai HET, kenapa enggak ketemu minyak goreng curah sesuai HET itu?” kata Maman dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (24/5/2022).

Menjawab pertanyaan tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, ada oknum-oknum pedagang yang memanfaatkan situasi.

Lebih lanjut, Putu menyampaikan pemerintah telah berupaya untuk menyosialisasikan minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000 per liter melalui pemasangan spanduk. Namun, dia menyebutkan, masyarakat belum percaya minyak goreng curah sesuai HET itu ada.

“Kami melakukan langkah-langkah untuk HET terjaga salah satunya memasang spanduk bahwa ini minyak goreng curah bersubsidi atau minyak goreng curah HET. Itu sudah kami lakukan. Tetapi dalam praktiknya, masyarakat belum confident bahwa minyak itu ada,” kata  Putu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjelasakna terkait ketidakpercayaan masyarakat itu dimanfaatkan pedagang untuk menjual minyak goreng curah di atas Rp 14.000 per liter.

“Itu dijadikan kesempatan oleh pedagang, ‘Kalau memang bisa dibeli Rp 17.000 per liter kenapa harus jual Rp 14.000 per liter?’. Itu yang terjadi pada saat hari raya keagamaan,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, minyak goreng curah Rp 14.000 per liter sulit ditemukan karena sebelumnya penegak hukum tidak sekeras saat ini dalam mengamankan distribusi minyak goreng. Putu mengeklaim bahwa distribusi minyak goreng curah Rp 14.000 per liter sudah berjalan baik saat ini.

“Pada saat itu penegak hukum tidak sekeras saat ini sampai ke depan, di mana kita sudah bisa menjaga suplai continue stoknya ada di sebelah distributor dan pengecer agar bisa mengembalikan confident pasar,” kata dia.

(Hrs/Put)

Komentar