oleh

Kenang 100 Hari Wafatnya Penasehat dan Sesepuh, PEPADI Kota Batu Gelar Pertunjukan Wayang Kulit

Gelaran Wayang Kulit dalam rangka mengenang 100 Hari Wafatnya Penasehat dan Sesepuh PEPADI Kota Batu (Foto: Dedi Setiawan).

Indotribun.id, Kota Batu- Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu menggelar pertunjukan Wayang kulit dalam rangka mengenang 100 hari wafatnya Penasehat dan Sesepuh Seni Pedalangan yang ada di Kota Batu.

Beberapa bulan yang lalu, seniman pedalangan yang ada di kota batu berduka cita atas wafatnya Dr. Joko dan Ki Sapani yang merupakan Penasehat dan Sesepuh PEPADI Kota Batu.

“Acara ini adalah acara mengenang 100 harinya Dr. Joko selaku penasehat Pepadi Kota batu dan Ki Sapani selaku sesepuh dan guru dari Penasehat PEPADI,” ungkap Dedi H. Setiawan, S.Pd., melalui WA, Jumat (9/6).

Pagelaran Wayang kulit mengambil Lakon Sang Abyasa. Dalam kisanya, Abiyasa lahir di sebuah pulau Alas Gajah Oya, yang kemudian menjadi Astinapura. Ceritanya, ketika Begawan Palasara tapabrata, datanglah bidadari untuk mengganggunya, namun tidak berhasil.

Diakhir cerita, Abiyasa berumur panjang sehingga bisa melihat cicitnya Parikesit lahir. Pada akhir hayatnya, ia moksa dengan dijemput kereta kencana dari kahyangan. Abiyasa adalah seorang begawan yang sangat sakti. Begawan Abiyasa juga dipercaya sebagai orang yang menulis riwayat keluarga Barata.

Acara digelar pada Kamis, (8/6), adapun Lakon dari gelaran wayang kulit “Sang Abiyasa” tersebut adalah Ki Eko Saputro, S.Sn yang merupakan Ketua Umum PEPADI Kota Batu.

“Sebagai orang yang memiliki peran pada masanya, kami juga turut membantu untuk mengenang beliau dalam acara keluarga yang digelar tepat 100 harinya kedua tokoh seni pedalangan Kota Batu”, ungkap Ki Eko.

Acara tersebut juga dibantu oleh Kelurahan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu. Acar berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai kalanngan masyarakat yang ada di desa tersebut.

(Frq/Put)

Komentar