oleh

Kenapa Tanggal 1 Juni Menjadi Hari Libur Nasional?

Ilsutrasi: Kalender di Bulan Juni (instagram @duniaoptiksampit).

Indotribun.id, Edukasi- Tanggal 1 Juni 2022 menjadi salah satu hari libur nasional, oleh karena itu ditandai dengan warna merah di kalender. Tengah pekan nanti kita akan menyambut hari libur nasional itu.

Dilansir dalam laman Setkab, 1 Juni merupakan Hari Lahir Pancasila. Tanggal merah atau hari libur nasional ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yaitu Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 375 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022.

SKB tersebut berisi tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Penetapan 1 Juni sebagai tanggal merah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 1 Juni 2016. Dilansir dari Kompas.com, pada tanggal 1 Juni 2016, Jokowi mengumumkan melalui keputusan presiden bahwa mulai 2017 tanggal 1 Juni jadi hari libur nasional.

“Maka, dengan mengucap syukur kepada Allah dan bismillah, dengan keputusan presiden, tanggal 1 Juni ditetapkan untuk diliburkan dan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila,” kata Jokowi.

Keputusan tersebut membuat bertambahnya satu lagi hari libur nasional. Pada tahun 2017, hari libur nasional dan cuti bersama menjadi 20 hari, terdiri dari 16 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama.

Pada tangal 1 Juni menjadi hari libur nasional dengan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila di Indonesia. Hal itu sebenarnya telah lama terjadi sejak Soekarno menyampaikan pidato 1 Juni 1945 silam.

Dalam penyampaian pidato tersebut, untuk kali pertama konsep dan rumusan awal Pancasila dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara merdeka. Awalmula, pidato tersebut disampaikan oleh Sang Proklamator secara aklamasi tanpa judul.

Sampai akhirnya mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” dari mantan Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Usai menyampaikan pidatonya, isi gagasan dari Soekarno mengenai dasar negara Indonesia diterima oleh para anggota BPUPKI dalam sidang pada 1 Juni 1945.

Akhirnya, Pancasila dinyatakan sah dan resmi dijadikan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945. Dalam beberapa literatur, kata Pancasila diambil dari bahasa sansekerta, di mana Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar atau asas.

Sebagai informasi, istilah Pancasila sebenarnya dikenal sejak zaman majapahit pada abad ke-14, terdapat dalam buku Negarakertagama karangan Empu Prapanca.

(Dik/Adi)

Komentar