oleh

Kesenjangan Sepasang Kekasih Akibat Si Genit Corona

-Senggang-215 views

Mungkin Anda (pembaca yang budiman) sudah membaca tulisan sebelumnya di halaman Indotribun.id—tulisan dari Latif Fianto (saya anggap kalian sudah membacanya) yang mengatakan bahwa virus corona telah menciptakan krisis kemanusiaan baru.

Dimana, masyarakat mulai saling lempar kecurigakan; bersin sedikit dianggap corona, tidak sengaja batuk orang-orang sudah tidak mau mendekat karena takut tertular, sampai kepada kasus terbaru yang sempat ramai di media sosial, tepatnya di Kabupaten Malang lantaran warga menolak untuk mengurusi jenazah karena korban virus corona

Bahkan tidak berhenti di situ, pandemi virus tersebut telah membuat kekacauan di semua lini, baik di sektor pemerintahan, ekonomi dan pendidikan. Bagaimana tidak, sampai hari ini sistem pemerintahan sudah kalang kabut menangani jumlah pasien yang semakin bertambah akibat virus yang mengerikan ini. Kebijakan-kebijakan secara mendesak telah dikeluarkan tanpa pikir panjang dan pembahasan lebih lanjut. Akibatnya terdapat kebijakan yang tidak tepat sasaran.

Misal, sektor pendidikan. Kebijakan yang ketidaksesuaian dengan dilapangan—soal persiapan serta perlengkapan untuk melakukan pembelajaran daring, telah membuat ketidakefektifan terhadap beberapa sekolah karena informasi yang mendesak dan  tidak mempersiapkan terlebih dahulu.

Pandemi virus corona yang  pertama kali ditemukan di Kota Wuhan negara China itu kini tidak hanya menciptakan krisis kemanusiaan baru, atau telah membuat kebobrokan pada sektor-sektor ekonomi dan pendidikan, melaikan telah merambat terhadap keberlangsungan sebuah hubungan sepasang kekasih—telah menimbulkan kesenjangan di antara kedua belah pihak.

Sejak ada himbauan pemerintah soal “berdiam diri di rumah” demi memutus mata rantai penyebaran virus corona, secara otomatis membuat jarak yang kemudian sulitnya sepasang kekasih untuk bisa bertemu.

Contoh kasus, sebut saja Dedy Anggara, salah seoarang teman. Suatu hari tiba-tiba telfon. Bercerita panjang bahwa ia sedang ada konflik dengan tunangannya yang berada di luar kota. Ia dituduh berubah lantaran merasa tidak diberikan rasa perhatian yang biasanya dilakukan Dedy tiap dua hari sekali untuk bertemu. Tidak sampai disitu, sangkaan tunangannya tersebut menganggap jika dia sudah tidak mencintai lagi dan dibilang telah selingkuh. “Saya dituduh macam-macam dibelakang. Dibilang ada main sama cewek lain dan  semacamnya, ” kata Dedy lewat sambungan telfon. 

Selanjutnya ia tidak tahu harus berbuat apa. Padahal dalam situasi seperti sekarang ini tidak memungkinkan sekali untuk menemui dan kemudian menjelaskan bahwa ia tidak seperti yang dituduhkan. Apalagi tunangannya tersebut berada di kota dengan status zona merah—banyak korban akibat terpapar virus corona.

Dedy merasa takut bila nantinya tunanganya tersebut malah tidak mau lagi dengannya akibat hal tersebut. Apalagi tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi virus corona ini bisa berakhir.

Oleh karenanya, Dedy mengaku sangat merasa rugi sekali dengan adanya musibah ini. Apalagi sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan. Baginya, pandemi virus corona telah menimbulkan kesenjangan terhadap sebuah hubungan antara sepasang kekasih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed