oleh

Kisah Inspiratif Wisudawan Terbaik Di Salah Satu Kampus Di Kota Malang yang Sempat Terkendala Ekonomi

Dhela Eka Wahyu Cahya Rahma, SM. Wisudawan terbaik saat sambutan (Dok/Pri Dhela).

Indotribun.id, Malang- Semua orang memiliki Privelege untuk tumbuh berkembang dan menggapai cita-citanya setinggi mungkin. Namun tidak semua orang mendapatkan hak yang sama untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, apalagi jika berbicara tentang biaya pendidikan yang sangat mahal.

Hal itulah yang dirasakan oleh Dhela Eka Wahyu Cahya Rahma, SM., Perempuan asal Jombang, Jawa Timur. Dhela adalah sarjana Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi peraih wisudawan terbaik di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.

Dari penjelasannya dalam Podcast Jagongan, salah satu program Indotribun.id, Dhela menjelaskan bahwa kedua orangnya adalah seorang petani, setiap bulannya hanya mampu hidup dan bertahan dari hasil pertanian seperti, padi, jagung, singkong dan tembakau, itu pun tidak setiap bulan, hanya musiman saja.

Bahkan pada saat awal Dhela mau mendaftar kuliah di salah satu kampus ternama di Kota Malang, orang tuanya sempat mengatakan jika Dhela sampai kuliah di sana, maka orang tuanya akan mati kelaparan.

“Kamu mau membunuh keluargamu? kata ayah dulu” ungkap Dhela di podcast Jagongan, Kamis (03/03/2022).

Dhela Eka Wahyu Cahya Rahma, SM (Foto: @dhela_rahma22)

Tidak hanya itu saja, barangkali jarak tempuh antara Jombang-Malang hanya sekitar 4 jam. Namun perjuangannya untuk mendapatkan restu dari orang tua dalam melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi penuh dengan jalan yang terjal. Sempat dilarang kuliah karena terkendala biaya, Dhela dengan bersikeras memaksakan diri untuk kuliah.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Dhela diharapkan oleh orang tuanya sejak dini untuk membantu perekonomian keluarga tanpa perlu bergelar ataupun berpendidikan lebih tinggi lagi.

Orang tuanya tidak pernah berharap Dhela untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Apalagi dirinya adalah seorang perempuan, bagi anggapan kebanyakan orang, seorang perempuan pada akhirnya hanya mengurusi persoalan dapur, melayani suami dan merawat anak, tidak lebih dari sekadar itu.

Padahal, sejak di pendidikan Sekolah Dasar (SD), Dhela tidak pernah absen menjadi peringkat pertama di sekolahnya. Hal yang sama juga ia persembahkan kepada keluarganya saat menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dhela hanya sempat mencicipi peringkat kedua di SMP dan SMKnya satu kali.

Keberuntungan selalu berada di pihak yang selalu tabah. Dhela mendapatkan bidikmisi dari kampusnya sejak awal masuk kuliah. Tidak seperti mahasiswa lain yang serba berkecukupan, dhela mencoba peruntungan baru dengan selalu aktif di kampus dan memanfaat skill public speaking-nya dengan menjadi Master of Ceremony (MC) di beberapa kegiatan.

Selain itu, dirinya juga selalu dibutuhkan oleh dosennya untuk melakukan pekerjaan kampus. Mahasiswi yang selalu percaya akan kemampuan dirinya itu tidak jarang diberikan job oleh dosennya untuk mengerjakan suatu pekerjaan seperti mengimput data dan hal lainnya.

Peraih IPK 3.98 itu tidak pernah puas akan capaian yang ia dapatkan. Dirinya juga saat ini sedang bekerja disalah satu UMKM di kota malang dan fokus dengan berbagai tawaran beasiswa di luar negeri.

(Adm/Frq)

Komentar