oleh

Klinik Kopi Dampingan API Dapat Dukungan dari Dunia Internasional

Nugroho Dwi Sudibyo dari Apresio Kopi Malang selaku ketua tim penguji cita rasa. (Foto: Dokumen)

Salah satu kopi robusta yang banyak digandrungi masyarakat berasal dari Dampit Kabupaten Malang. Kopi bercita rasa kuat dan khas ini diproduksi oleh petani kopi anggota koperasi yang merupakan dampingan Aliansi Petani Kopi Indonesia (API), yaitu Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama.

Bersama Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama API menggelar Klinik kopi dan pertemuan para pemangku kepetingan.

“Klinik Kopi dan pertemuan para pemangku kepentingan merupakan rangkaian kegiatan penutup dari beberapa kegiatan sebelumya seperti pelatihan pengelolaan paska panen dan penjaminan mutu, rencana usaha dan kelayakan bisnis kopi robusta dan pelatihan koperasi mulai tanggal 3 – 22 Agustus 2020,” jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Petani Indonesia (API), Muhammad Nurudin, saat melakukan pendampingan kegiatan di Dampit, kabupaten Malang, Rabu (01/09).

Disebutkan Gus Din, Klinik Kopi yang merupakan hasil kerja sama Seknas API dengan Poktan Tunas Baru, yang digelar pada tanggal 31 Agustus-1 September 2020 di RT 02 RW 07 Dusun Purwosari, Desa Srimulyo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang, merupakan program berskala global dari Tema “Petani Melawan Kemiskinan”.

Program ini didukung IFAD di Roma Itali, Uni Eropa di Brussel Belgia, Agri Cord di Spanyol, dan AsiaDhrra di Philpina. Banyak organisasi petani kecil di belahan Asia Pasifik, Amerika Latin, Afrika dan Eropa terlibat dalam proses pemberdayaan petani.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Kopi, API dan Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama Gelar Klinik Kopi

Program pelatihan yang digelar di rumah jemur kopi milik koperasi Sridonoretno Makmur Bersama, mengundang pengolah (prosesor) kopi milenal yang juga pemilik kedai kopi. Beberapa dari undangan tersebut adalah Apresio, Museum Kopi, Remboeg Pawon, Koopen, Coffee Bar, Kedai Botani, Wiji Kawih, Datri Kopi, Coffee Belt serta Meneer Karjo.

Nugroho Dwi Sudibyo dari Apresio Kopi Malang selaku ketua tim penguji cita rasa menjelaskan, biji kopi robusta yang dinilai adalah hasil panenan tahun 2019 dari varian proses basah (full wash), proses madu (honey) dan asalan mutu 3 (commercial grade).

“Secara umum, rata-rata nilai proses madu (honey) kami nilai 6.5, artinya kopi robusta yang diolah petani baik,” ungkapnya pada saat kegiatan berlangsung.

Namun demikian, ia mengaku, perlu perbaikan di proses penjemuran dan penyimpanan, karena masih ada rasa kopi yang kurang kuat dan dikerongkongan terasa kering. Dijelaskannya juga bahwa nilai kopi robusta proses basah mendapatkan skor 7. Nilai kopi Robusta proses basah dikarenakan proses pengolahannya dikontrol secara baik dan biji kelihatannya lebih bersih (clean).

Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama sendiri merupakan wadah para petani kopi di tiga desa, srimulyo, sukodono dan baturetno kecamatan Dampit, kabupaten Malang. Sejak tahun 2016 telah memulai usaha pemasaran bersama dengan kopi berbagai kualitas, dari kualitas premium hingga kualitas komersial grade (asalan mutu 3).

Kecamatan Dampit dikenal konsumen kopi nasional dan internasional dengan brand Java Dampit yang mempunyai cita rasa kopi yang kuat dan sangat disukai konsumen. Dengan luasan lahan kopi robusta rakyat 2.786 hektar yang menghasilkan produksi kopi 1. 912 ton per tahun dengan rata-rata produktifitas 695 kg per tahun.

Keadaan geografis wilayah perkebunan kopi robusta rakyat di wilayah kecamatan Dampit yang khas ini menimbulkan tantangan di bidang logistik dan tantangan untuk mendukung teknologi yang lebih baik dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani yang terorganisir dan fokus pada nilai rantai dan pemasaran bersama.

Dengan luasan kebun yang bervariasi dan semakin sempitnya lahan, menjadikan efektifitas produksi menjadi beragam dengan model yang berbeda-beda pula. Permasalahan yang sering dihadapi dalam mendapatkan kopi yang berkualitas adalah kesadaran dan kemampuan petani kopi yang berbeda-beda.

Kepala BPP Kecamatan Dampit, Jajang Selamet mengatakan, kondisi sosial ekonomi petani seperti, kebutuhan yang mendesak, jauhnya kebun kopi dari rumah petani dan kekurangan tenaga kerja memberikan perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan integrasi hulu-hilir. Pemerintah telah memperkuat kapasitas petani kopi wilayah Amsterdam melalui sekolah lapang kopi bekerjasama dengan IDH dari Belanda untuk perbaikan budidaya dan pengelolaan paska panen kopi.

Sementara itu, Ketua Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Propinsi Jawa Timur,  Mohamad Yasin Kami mengapresiasi pemberdayaan kepada petani kopi dan diperlukan sinergitas program dan kegiatan Bersama Aliansi Petani Indonesia, karena program ini memberikan nilai tambah bagi petani kopi.

Setali tiga uang Kementerian Desa melalui Direktur Pengembangan Ekonomi Desa (PUED), Nugroho Setyo Nagoro perlu mendukung kegiatan ini dan berjanji akan memberikan dukungan teknis melalui supervisi kepada petani kopi anggota Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama.

Komentar

News Feed