oleh

Ledakan Kembali Menuai Ketegangan Di Ibu Kota Afganistan

Ledakan kembali membuat ketegangan di Ibu Kota Kabul, Afganistan. terlihat Militer Amerika serikat sedang berada di titik serangan.

Indotribun.id, Kabul- Ladakan demi ledakan kembali menuai ketegangan di Ibu Kota Kabul, Afganistan. Berbagai bangunan besar runtuh dan ratusan orang meninggal pada peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi awal, pejabat keamanan dari kubu pemerintah yang baru-baru ini telah di gulingkan oleh kelompok Taliban menyampaikan kepada AFP, ledakan tersebut berasal dari serangan roket.

“Informasi awal menunjukkan tembakan roket menghantam sebuah rumah,” ungkapnya dikutip dari AFP, Minggu (29/08/2021).

Ledakan semakin menambah riuh Ibu Kota Afganistan menjelang batas waktu berakhirnya evakuasi udara besar-besaran untuk puluhan ribu warga Afganistan setelah di ambil alih oleh Taliban yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Biden sebenarnya telah menetapkan batas waktu evakuasi berakhir, yaitu hingga Selasa (31/08), namun naas, sekitar ribuan orang dinyatakan meninggal sejak Taliban mengambil alih kekuasaan Afganistan. Dari hasil evakuasi hanya 114 ribu orang yang berhasil di selamatkan melalui evakuasi yang dipimpin AS tersebut.

Masih banyak warga Afganistan yang belum terakomodir dan upaya evakuasi mulai mengendur, dikarenakan sempat terjadi tragedi yang dilakukan oleh sekelompok yang di duga bagian kelompok Taliban itu dengan embel-embel organisasi Islam.

Kelompoki tersebut melakukan bom bunuh diri dan dapat menghentikan kerumunan banyak orang yang hendak memasuki bandara Hamid Karzai salah satu bandara yang ada di Kabul untuk mengikuti evakuasi.

Dilansir dari CCN Indonesia, akibat dari serangat tersebut, lebih dari 100 jiwa telah terkonfirmasi meninggal dunia, termasuk diantaranya 13 personel militer AS. Tak hanya itu, serangan juga menghambat laju percepatan evakuasi yang telah ditetapkan AS.

(afp/frq)

Komentar

News Feed