oleh

Mahasiswa Unisma Prodi HKI Gelar Maulid Nabi

Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Unisma (Dok/Pri).

Indotribun.id, Malang- Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI ) gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Agenda tersebut diselenggarakan di Harakah Institute, Sabtu (06/11).

Acara yang diselenggarakan dari pukul 12.00 s/d 15.00 WIB, dibuka dengan penampilan Hadrah, dan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul, pembacaan maulid diba’, serta pembacaan tilawatil qur’an.

Dalam acara tersebut, hadir Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) yaitu KH Syamsu madyan, L.c, M.a, Ustad Humaidi S.H, M,HI, Himaprodi HKI 2020-2021 Sahabat Danang, Himaprodi 2017-2018 Sahabat Hamdan, Senior dan Alumni HKI, dan perwakilan dari Dewan perwakilan Mahasiswa (DPM) sahabat Ahmad.

Muhammad Saleh selaku Ketua Pelaksana memaparkan, bahwa prodi HKI harus dijadikan keluarga yang mampu saling gotong royong, solid, dan selalu menjalin hubungan silaturahim.

“Keluarga besar Hukum Keluarga Islam tidak berbicara satu, dua angkatan, namun Keluarga Besar Hukum Keluarga Islam mulai dari mahasiswa aktif hingga mahasiswa yang sudah lulus tetap bagian dari keluarga besar Hukum Keluarga Islam, jaga komunikasi dengan senior-senior, jangan pernah melupakan atau memutus tali persaudaraan,” ungkapnya.

Selain itu, KH Syamsu madyan selaku Dosen HKI, dan Pendiri Harakah Institute memberikan sambutan dan pesan-pesan kepada mahasiswa yang hadir agar selalu istiqomah dalam melakukan kebaikan, serta selalu menjaga kekompakan dalam keluarga HKI.

“Yang terpenting dalam hidup adalah menjaga keistiqomahan kita dalam menempuh segala hal,” pesannya.

Di tengah-tengah acara, Ustad Humaidi memberikan Tausiyah, dari tausiyah tersebut beliau menyampaikan ada beberapa poin penting yang perlu diketahui dari peringatan hari kelahiran Sang Baginda Nabi, yaitu pentingnya sosok Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi generasi milenial saat ini. Kisah dan kasih beliau masih dan terus relevan dengan segala perkembangan yang ada.

Kelahiran Nabi Muhammad dalam ceramahnya, dengan segala kisah yang dialami oleh beliau, hingga masa kanak-kanaknya banyak sekali pelajaran dan perjuangan hidup beliau yang bisa kita terapkan.

Penanaman suri tauladan Nabi Muhammad sejak dini sangatlah diperlukan. Selain itu, diperlukan juga memupuk suri tauladan beliau dengan bijaksana. Agar nantinya, buah dari suri tauladan bisa dirasakan oleh diri sendiri dan orang disekitar kita.

(Indotribun/Wakid)

Komentar

News Feed