oleh

Maling Kotak Amal Masjid di Jepara Tinggalkan Surat, Isinya Bikin Pilu

Isi surat dan rekaman CCTV pelaku pencurian kotak amal di salah satu Masjid di Jepara (Ist).

Indotribun.id, Jepara- Warga di Desa Demangan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dihebohkan dengan kejadian pencurian kotak Amal Masjid. Bagaimana tidak, maling pencuri kotak amal tersebut meninggalkan sepucuk surat usai dirinya terekam mencuri uang kotak amal Masjid. Isinya pun bikin warga miris membacanya.

Dalam tulisan tangan itu, pelaku seakan terpaksa mencuri karena terdesak faktor ekonomi. Disebutkan dalam isi suratnya, jika ia membutuhkan uang untuk membelikan telepon seluler (ponsel) anaknya yang bersekolah.

Bahkan, pencuri itu juga berjanji akan mengembalikan uang kotak amal tersebut dalam jangka waktu setahun. Surat pencuri itu pun viral di media sosial.

“Dalam jangka setahun uang di dalam kotak ini akan aku kembalikan. Pada intinya anak saya butuh HP buat sekolah dan sekali saya minta maaf maklum saya tidak bekerja. Sekadar mengingatkan lain kali kotaknya bawa masuk ke dalam atau dipati saja. Tertanda mister X,” demikian isi suratnya.

Selain postingan foto surat tersebut, ada juga video rekaman CCTV yang mendokumentasikan detik-detik pencuri tersebut masuk ke halaman masjid dengan mengendarai motor.

Aksi pencurian uang kotak amal tersebut juga nampak jelas terekam CCTV dengan diakhiri keluar pintu gerbang masjid menuntun sepeda motornya.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi menyampaikan aksi pencurian uang kotak amal di Masjid Baitur Roham, Desa Demangan tersebut terjadi pada Kamis (16/12/2021) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

“Baru dikonfirmasi lagi oleh pihak desa dan pengurus masjid tidak mau melaporkan kasus pencurian ini. Uang yang dicuri diperkirakan jumlahnya Rp 150 ribu,” terang Rozi saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Minggu (26/12/2021).

Meski demikian, kata Rozi, Satreskrim Polres Jepara akan berupaya untuk mendalami kasus pencurian kotak amal masjid tersebut.

“Masih dilakukan penyelidikan, terlepas yang bersangkutan meninggalkan surat atau apapun untuk alasan pembenaran. Karena perbuatannya melanggar hukum dan tidak ada yang tau kondisi kehidupan aslinya seperti apa” imbuhnya.

(Indotribun/Wakid)

Komentar