oleh

MCW: Ada 4 Area Praktek Pungli Pemberian Honor Penggali Kuburan Covid-19

Gambar Penggalian Kubur Kasus Covid-19 di Kota Malang (Foto: Suara.malang.com)

Indotribun.id, Malang- Praktek Pungutan Liar (Pungli) terkait Covid-19 kembali terjadi, kali ini Praktek Pungli terjadi perihal pemberian honor pada para pekerja penggali kubur kasus Covid-19.

Praktek Pungli tersebut ditemukan oleh Malang Corruption Watch (MWC) pada saat melakukan terjun lapangan diberbagai kuburan yang ada di Kota Malang. MCW sejauh ini telah menemukan 4 area yang menjadi praktek Pungli pemberian honor penggalian kubur tersebut.

Meri, salah satu Badan Pekerja MCW menyebutkan 4 area tersebut diantaranya; Makam La Sucipto, Pandanwangi, Plaosan Barat, dan Lowokpadas.

Modus yang disampaikan Meri dalam Puling tersebut, yakni memotong honor penggali kubur dan juru kunci makam. Pemotongan honor sebesar 100 ribu rupiah untuk tiap-tiap pemakaman jenazah. Selain itu hanya ada 3 kali pembayaran honor dari 11 penggalian yang telah di realisasikan.

“sejauh ini yang kami temui di 4 area tersebut, modusnya memotong honor sebesar 100 ribu rupiah untuk setiap penggalian kuburan, ini katanya sebagi bukti administrasi, ini administrasi yang bagaimana?” ungkapnya yang penuh kecurigaan dilansir dari kompas.com (03/09/2021).

Kepala UPT Pemakaman Umum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Taqruni Akbar sempat membantah tuduhan yang ditandus oleh MCW itu. Meski pihaknya sempat menyampaikan sejauh ini petugas pemakaman bekerja sesuai SOP, Taqruni telah di copot dari jabatannya oleh Wali Kota Malang, Sutiaji.

Belum diketahui pasti, apa penyebab dari Taqruni di copot, namun yang jelas setelah kejadian tersebut ia tidak dibekerjakan lagi di UPT Pemakaman Umum Kota Malang.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 per 2 September 2021, angka kematian akibat kasus Covid-19 mencapai 1086 korban jiwa.

(wkd/kho)

Komentar

News Feed