oleh

Mengubah Jerawat Jadi Kaviar dan Mustard

Izumi Miyazaki dan karyanya. Foto: Vice.com

Banyak orang bilang jerawat pertanda seseorang tengah memasuki usia pubertas. Biasanya tumbuh saat seseorang memasuki sekolah menengah pertama hingga lulus SMA. Meski tidak semua, tapi hampir rata-rata begitu. Bahkan beberapa yang lain setelah menikah dan punya anak jerawat masih setia. Setia tumbuh di wajah.

Nyaris semua orang tidak percaya diri saat di wajah mereka tumbuh jerawat. Beberapa sungkan untuk ketemu kawan-kawan, selain karena juga malu apabila dilihat oleh orang yang baru atau sudah lama diincar tapi tak pernah bisa digenggam.

Punya jerawat juga ada hikmahnya. Bagi yang sebelum atau setelah tidur nggak punya aktivitas jelas bin pasti, mereka bisa bermalas-malasan di depan cermin sambil memencet jerawat. Rasanya seperti geli-geli gimana gitu saat memencet jerawat tapi gak keluar-keluar. Termasuk melatih kesabaran juga sih. Beberapa orang menganggap jerawat sebagai kotoran hina yang harus segera dimusnahkan dari muka bumi. Kok dari muka bumi sih? Dari muka kita kali ya.. hiks hiks hiks.

Tahu gak sih kalau jerawat itu bukan kayak hantu yang datang tanpa diundang. Eh, maksudnya tak mungkin sesuatu terjadi tanpa sebab. Asap saja menyebar harus didahului api, apalagi cinta, mana bisa diperoleh tanpa usaha sama sekali. Lah dalah… kok ke arah situ yak…

Tapi bener lho… jerawat muncul karena produksi sebum yang berlebih. Apa sih sebum? Sebum itu zat yang diproduksi kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering. Itu faktor pertama. Yang kedua, terdapat sumbatan pada folikel rambut. Jadi, jerawat itu muncul saat folikel rambut tersumbat campuran sel kulit mati dan sebum.

Tidak hanya itu, jerawat juga bisa disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Jenis bakteri ini bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, juga dapat menyebabkan peradangan. Terakhir, jerawat disebabkan oleh aktivitas hormon androgen yang berlebih.

Ada yang pernah dengar kalau mencet jewarat bisa menyebabkan kematian? Yaelah, mati karena mencet jerawat kedengarannya nggak keren sama sekali yak? Daripada diumumin mati karena mencet jerawat lebih baik diumumin mati karena membela negara. Yaiyalah tante, semua orang mah mau….

Tapi bener lho mencet jerawat itu tidak boleh dilakukan di area yang dikenal sebagai segitiga kematian di wajah atau triangel of death, karena, katanya akan berakibat fatal.  Wuih, kayak segitiga bermuda aja ya guys… Tapi beneran lho ya, dikutip dari Global News, jangan mencet jerawat di area dari dahi sampai ke batang hidung hingga mencapai ujung hidung. Jangan mencet jerawat di area antara hidung dengan bibir bagian atas. Juga tidak boleh memencet jerawat di area di sekitar sudut-sudut bibir.

Itu tiga area yang harus dihindari kalau ingin memencet jerawat. Ada yang tanya kenapa? Karena pada segitiga kematian di wajah ini terdapat sejumlah pembuluh darah yang vital.

Jadi, daripada mencet jerawat sampai berakibat pada tercerabutnya nyawa dari badan, mending meniru apa yang dilakukan Izumi Miyazaki, seorang seniman dan fotografer muda asal Jepang. Dilaporkan pertama kali dalam Majalah Vice edisi Photo Issue 2019, Miyazaki mampu mengubah nanah dan jerawat jadi sesuatu yang tidak menjijikkan. Pemandangan yang indah dinikmati.

Miyazaki memparodikan, dengan kemahiran seni dan fotografinya, memencet jerawat yang kerap dilakukan kebanyakan orang. Di tangan perempuan 25 tahun ini jerawat menjelma kaviar, sedangkan cairannya berhasil diubah jadi mustard.

Alhasil, daripada mengundang kematian lebih baik merubah hal menjijikkan jadi sesuatu yang indah dan mendatangkan uang.

Komentar

News Feed