oleh

Menristekdikti Singgung Radikalisme Berkeliaran Bebas di Kampus

-Nasional-140 views

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir. (Foto/Cnn Indonesia)

Malang, Indotribun.id – Tertangkapnya dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB yang diduga menyimpan puluhan bom molotov, yang siap diledakkan saat Aksi Mujahid 212 di Jakarta, Sabtu (28/9/2019) lalu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menyebut radikalisme masih berkeliaran bebas di kampus-kampus.

“Saya rasa masih ada paham radikal. Belum bisa bersih,” kata Nasir usai membuka Kontes Robot Terbang Indonesia, di Unesa Surabaya, Selasa (1/10/2019) malam, dikutip Cnn Indonesia, Rabu (2/10/2019).

Ia menuturkan, upaya paham-paham radikalisme harus segera diberantas. Ia meminta kepada pihak kepolisian mengusut tuntas oknum dosen tersebut.

“Oleh karena itu kita bisa lakukan pemberantasan radikalisme secara terus menerus. Kemarin ada penangkapan seorang dosen yang merakit bom. Ini sudah ditangani pihak berwajib, sudah diselidiki. Kalau dia bersalah harus ada sanksi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, sanksi terhadap pelaku bukan hanya pencabutan statusnya jika yang bersangkutan adalah dosen Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi juga sanksi pidana sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Dosen, rektor, di PTN kan pegawai negeri. Dia harus mengikuti (aturan) ASN. Di mana ASN harus tunduk kepada negara. Enggak bisa main sendiri,” tambahnya.

Editor: LF

Komentar

News Feed