oleh

Menuai Polemik PPP Minta Nadiem Koreksi Rumusan POP

Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi (Foto: Tribunnews.com)

Kebijakan Program Organisasi Penggerak (POP) produk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sontak menuai polemik tak berkesudahan. Bagaimana tidak, organisasi besar yang berjasa dalam dunia pendidikan seperti Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU, PGRI dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah  PP Muhammadiyah memutuskan mundur dari (POP).

Menanggapi kisruh POP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Nadiem mengoreksi total rumusan dalam program tersebut.

“Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus mengoreksi total dalam perumusan program POP ini,” terang Waketum PPP Arwani Thomafi kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Arwani menilai, POP sebagai mitra kerjasama antara negara dan masyarakat untuk membangun pendidikan di Indonesia lebih baik, mestinya mengedepankan transparansi, akuntabel dan melibatkan publik.

“Program yang bagus mesti dilakukan dengan cara yang baik yakni transparansi, akuntabel dan melibatkan publik. Kegaduhan dan polemik yang muncul belakangan ini karena mengabaikan hal yang fundamental tersebut yakni transparansi, akuntabel dan pelibatan publik,” jelasnya.

Komentar

News Feed