oleh

Menuju Kehidupan Artifisial. Mungkinkah?

-Dunia-156 views

Foto: Sebuah mikrograf elektron scanning berwarna bakteri E. coli.

Dari kecerdasan artifisial menuju kehidupan artifisial. Mungkinkah?

Dikutip dari The New York Times (15/5), para ilmuan telah berhasil menciptakan satu bakteri dengan genom sintetis. Secara lebih spesifik dijelaskan bahwa para ilmuan tersebut telah menciptakan organisme hidup yang DNAnya sepenuhnya berasal dari dalam diri manusia. Para ahli menyebut penemuan tersebut sebagai mungkin sebuah bentuk kehidupan baru, sebuah tonggak sejarah di bidang biologi sintetis.

Para peneliti dari Universitas Cambridge dikabarkan telah menyampaikan bahwa mereka mereka telah menulis ulang DNA bakteri Escherichia coli, membuat genom sintetik empat kali lebih besar dan jauh lebih kompleks daripada yang dibuat sebelumnya. Perlu diketahui, Escherichia coli atau biasa dikenal sebagai E. coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Bakteri ini, pada umumnya, berasal dari dalam usus besar manusia, ditemukan oleh Theodor Escherich.

Meskipun bentuknya tidak biasa dan bereproduksi secara perlahan bakteri tersebut hidup. Sel-selnya beroperasi berdasarkan seperangkat aturan biologis baru, menghasilkan protein yang dikenal dengan sebuah kode genetik yang dikonstruksi.

Suatu hari nanti bakteri tersebut dianggap akan menyebabkan organisme yang dapat menghasilkan obat-obatan atau molekul berharga lainnya sebagai pabrik yang hidup. Bakteri sintetis ini juga dapat menjadi kunci tentang bagaimana kode genetik muncul dalam sejarah awal kehidupan.

“Ini adalah kejadian yang luar biasa. Tidak ada yang melakukan hal seperti itu dalam hal ukuran atau dalam hal jumlah perubahan sebelumnya,” ujar Tom Ellis, direktur Pusat Biologi Sintetis di Imperial College London.

Masing-masing gen dalam genom hidup dirinci dalam alfabet empat basa, yaitu molekul yang disebut Adenin, Timin, Guanin, dan Sitosin (cytosine) atau sering dikenal dengan A, T, G, C.

Sebuah gen dapat dibuat dari ribuan basa. Gen mengarahkan sel untuk memilih di antara 20 asam amino, bahan pembangun protein, bahan kerja setiap sel. Protein melakukan banyak pekerjaan dalam tubuh, dari mengangkut oksigen dalam darah hingga menghasilkan kekuatan dalam otot.

Sembilan tahun yang lalu, para peneliti membangun genom sintetis yang panjangnya satu juta pasangan basa. Genom E. coli baru, yang dilaporkan dalam jurnal Nature, memiliki panjang empat juta pasangan basa dan harus dibangun dengan metode yang sama sekali baru.

Apakah E. Coli penting untuk kehidupan? Pertanyaan tersebut masih butuh jawaban. Namun demikian, para peneliti masih terus melakukan ketertarikannya dalam pengodean ulang kehidupan karena membuka peluang untuk membuat molekul dengan jenis kimia yang sepenuhnya baru.

Di luar 20 asam amino yang digunakan oleh semua makhluk hidup, ada ratusan jenis lainnya. Kode genetik yang dimampatkan akan membebaskan kodon yang dapat digunakan para ilmuwan untuk menyandikan blok bangunan baru ini, membuat protein baru untuk melakukan tugas-tugas baru dalam tubuh.

Carl Zimmer/The New York Times/Fianto

Komentar

News Feed