oleh

Nggak Masalah Menikah Hasil Jodohan, Siapa Tahu Orangnya Cantik, Baik, Kaya Lagi

Ilustrasi

Apa salahnya menikah perempuan hasil jodohan? Toh yang penting bukan sesama jenis. Yang aneh ketika yang akan dijodohkan itu satu  jenis. Lagi pula, perjodohan seperti itu macam ada sisi-sisi dramatis tersendiri; membuat penasaran, hingga tak jarang yang merasa kegirangan.

Jelas, kita hanya bisa menebak-nebak. Siapa tahu cantik, lebih cantik malahan daripada pilihan sendiri yang kita bela mati-matian, baik hati juga, ditambah kaya raya—rumah tinggal nempatin, mobil tinggal pakai, semua serba ada. jadinya tidak usah pusing-pusing harus menabung supaya punya perlengkapan yang menjadi beban muda-mudi jaman sekarang ketika menjelang mau menikah; belum mapan, anak orang nanti dikasih makan apa? Macam-macam deh. Nah, jika kasusnya seperti itu, pilihan orang-tua ternyata kaya raya, bakal jadi sultan dadakan kita.

Soal calon jodoh? Mungkin benar adanya bahwa takada orang-tua yang menjerumuskan anaknya ke jurang penderitaan. Keputusan soal pilihan perjodohan benar-benar dipikirkan matang-matang. Sebab kebahagiaan anak lebih utama, meski terkadang melalui cara-cara tak wajar, salah satunya dengan paksaan.

Lagian orang-tua pastinya telah berpikir dan penuh pertimbangan sebelumnya. Pilihannya tak mungkin keliru. Mulai bobot, babat, dan bebetnya telah lebih dulu menjadi perhitungan. Tidak hanya itu, mereka justu telah memikirkan jauh ke depan jangka panjangnya. Macam instingnya sangat tajam; soal-soal kebahagiaan, kepemilikan dan lainnya.

Nah, belakangan metode-metode perjodohan seperti itu gencar dilakukan. Apalagi yang sudah berumur–tidak muda, mengambil kesempatan ketika orang-tua atau sanak keluarga atau teman sekali pun dijadikan pelarian. Tetapi mainnya sedikit halus dengan pura-pura masih mau lanjut kuliah, masih mau kerja, dan beragam tentunya. Seolah tak ingin terlalu nampak jika ia sudah frustasi.

Mencari jodoh memang tidak susah-susah amat, tetapi tidak bisa juga disepelekan. Apalagi dengan wajah pas-pasan, ditambah karir masih belum mapan.

Sebaiknya ketika orang-tua, keluarga, atau pun sahabat menawarkan perjodohan maka cepat-cepat terima sebelum Anda benar-benar menyesal. Tidak usah malu. Jika perlu Anda yang memintanya. Tetapi saran saja untuk tidak terlalu norak. Jangan menggebu-gebu terlalu, sehingga menunjukkan bahwa Anda tidak punya integritas. Pura-pura sok mahal sedikik meski pada akhirnya akan diterima.

Mungkin di sisi lain Anda merasa malu ketika melihat teman-teman sepantaran sudah berkeleluarga. Sedangkan Anda masih saja luntang-lantung tak jelas. Dan betapa berdosanya ketika Anda membiarkan menjadi bahan cibiran, gosip tetangga. Tentunya Anda juga tidak bisa menyalahkan mereka, Anda sebagai objek pembicaraan juga harus paham dan peka bahwa ada hal yang mendesak yang perlu diselesaikan. Sebab mereka seolah tambah prihatin melihat Anda tak kunjung menikah.

Soal paham dan peka memang harus benar-benar Anda resapi. Khususnya para jomblo-jomblo akut. Orang-tua Anda sengaja menjodohkan, mungkin saja karena mereka juga malu ketika menjadi pembicaraan kerabat, sebab-sebab Anda tak kunjung berkeluarga. Macam-macam pastinya omongan merekan; kurang laku, kenak kutukan, hingga pada hal yang intim sekali pun, misalnya Anda sudah tidak punya sahwat. Dan memang juga tidak jarang kasus-kasus seperti itu bertebaran.

Soal perjodohan banyak juga yang menerima menolakan mentah-mentah, dengan alasan-alasan terntentu. Misal sudah menemukan yang cocok, pilihan orang tua tidak srek; atau ingin mencari sendiri. Namun yang jelas menurut penelitian yang mengatakan bahwa kendala terbesar karena adanya gengsi. Mereka-mereka Akan dibilang anak mami, atau tuduhan tentang seperti zaman Siti Nurbaya seolah telah menjadi beban tersendiri.

Seharusnya tidak usah gengsi, justru perbanyak syukur. Karena ada yang mengupayakan dan membantu Anda. Mungkin saja di luaran sana masih banyak orang yang tidak mendapatkan jodoh hingga akhir hayatnya. Ditambah kehidupan yang sekarang serba selektif. Jika begitu ada salahnya mencoba trik tersebut.

Makanya, saran saya, tidak masalah menerima jodohan orang-tua. Syukur-syukur cantik, baik , ditambah kaya lagi.

Komentar

News Feed