oleh

Orhan Pamuk Menulis Sepuluh Jam Setiap Hari

Orhan Pamuk

Hampir tidak ada orang, terutama yang menyukai dan membaca buku-buku sastra, yang tidak mengenal penulis sekaliber Orhan Pamuk. Menerima hadiah Nobel Sastra pada tahun 2006 membuktikan kapasitas Orhan sebagai penulis Turki pertama yang meraih nobel sastra.

Akan tetapi, pencapaian besar dan membanggakan itu bukan tanpa kerja keras. Setiap hari rata-rata Orhan menghabiskan waktu sepuluh jam untuk menulis. Ia benar-benar membaktikan hidupnya untuk sastra, yang sejak kecil sudah diperkenalkan dengan buku-buku sastra dunia. Ia mungkin punya kehidupan lain di luar kegiatannya menulis, tapi ia benar-benar seseorang yang gila akan menulis.

“Saya menikmati saat duduk di meja tulis saya seperti seorang bocah sedang asyik dengan mainannya. Ini (menulis) adalah kerja, pada dasarnya, tapi ini menyenangkan dan juga permainan,” kata Orhan pada suatu waktu saat diwawancara.

Ia juga bilang bahwa “tempat di mana kamu tidur atau tempat di mana kamu berbagi dengan pasanganmu seharusnya terpisah dari tempat di mana kamu menulis.” Orhan juga bilang, “Lebih dari sebuah komitmen kepada seni atau keterampilan, di mana saya mengabdi, ini (menulis) adalah sebuah komitmen untuk menyendiri di sebuah ruangan.”

Ada ungkapan seperti ini: penulis butuh orang lain, sedang menulis butuh sendiri.  Itu sangat menggambarkan apa yang dilakukan Orhan. Baginya, keramaian membunuh imajinasinya, dan ia butuh nyerinya kesepian (pain of loneliness) untuk merangsang imajinasi bekerja.

Penegasan Orhan barangkali menjadi pemantik bagi beberapa anak muda yang menggaung-gaungkan perspektif bahwa untuk melahirkan tulisan yang baik harus lebih dulu berjibaku dengan perihnya patah hati atau seperti yang dikatakan Orhan, “perihnya kesepian.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed