oleh

Otoritarianisme Di Era Jokowi: Warga Desa Wadas Lari Ke Hutan Karena Dikepung Aparat

Ilustrasi: Jokowi (Ist)

Indotribun.id, Jateng- Masa Orde Baru seakan dirasakan betul oleh warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Jateng). Banyak warga Wadas yang memilih pergi ke Hutan hanya karena merasa terkepung oleh aparat yang ada di sana.

Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) terasa kembali lagi otoritarianisme yang telah dilenyapkan 23 tahun yang lalu. Demokrasi telah terjun payung ke bawah hanya semata-mata demi proyek strategi nasional yang kenyataannya tidak pro terhadap rakyat.

Hal tersebut disampaikan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (GEMPA DEWA) saat melakukan konferensi pers via Zoom pada Kamis (10/2/2022) siang.

Kegiatan tersebut pun dihadiri oleh beberapa perwakilan organisasi dari Amnesti Internasional hingga Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

Pada saat acara, salah satu warga Wadas yang tak ingin disebutkan namanya menceritakan kejadian ketika ratusan polisi masuk ke desanya. Ia mengaku dirinya dikejar oleh aparat keamanan hingga lari ke hutan.

“Tadi malam Brimob dan Polisi masih seperti kemarin dan masih bermalam di hutan hingga siang ini. Lalu saya dikejar-kejar sampai malam dan sampai sekarang masih ada yang di alas (hutan),” ucap dia.

Tidak hanya dirinya, ia bercerita ada beberapa warga lain yang juga dikejar. Sama seperti dirinya, warga tersebut belum berani keluar dari hutan.

“Untuk saat ini kita belum berani turun, ada yang sebagian keluar dari Wadas karena takut dan sekarang tidak bisa makan,” ungkapnya via zoom.

Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah saat berkunjung ke Desa Wadas Rabu (9/2) hari ini mengatakan pihaknya sudah membuka lebar ruang dialog kepada masyarakat sejak lama, khususnya warga yang masih menolak terkait rencana pembangunan Bendungan Bener.

Warga yang menjadi salah satu narasumber dalam jumpa pers menjelaskan, terdapat pula preman yang diduga olehnya sebagai aparat keamanan yang membawa anjing pelacak.

“Ada preman membawa anjing sampai ke hutan untuk mengejar para warga yang berada di hutan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan adasatu anjing pelacak ditempatkan dalam truk yang berbeda.

“Siang hari ini, ditambah (aparat) 10 truk polisi, memakai senjata lengkap lalu ada satu truk anjing pelacak dan mau dilepas ke hutan untuk melacak warga yang masih disana,” jelasnya.

(Frq/Frq)

Komentar