oleh

Otoritarianisme di Jawa Tengah, Konflik Aparat Vs Warga Wadas dan Masa Orba Versi Ganjar

Baku Hantam Aparat Vs Warga Wadas (Ist)

Indotribun.id, Jateng- Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, pasalnya pengambilan paksa pemerintah setempat untuk mengeksploitasi alam yang ada di sana menuai penolakan dari warga setempat.

Dari berbagai  video yang banyak beredar di media sosial, ribuan aparat dengan senjata lengkap mendatangi Desa Wadas. Beberapa warga ikut ditangkap aparat. Di lini masa pun ramai tagar #SaveWadas #WadasMelawan #WadasTolakTambang.

Diketahui, para warga yang menolak ditangkap oleh aparat. Mereka bersikeras menolak lahannya dibebaskan untuk penambangan batu adesit. Diketahui, luas tanah yang akan dibebaskan mencapai 124 hektar. Batu andesit yang ditambang dari Desa Wadas ini sedianya akan digunakan sebagai material untuk pembangunan Waduk Bener yang lokasinya masih berada di Kabupaten Purworejo.

Warga yang menolak hal demikian bukan tanpa alasan, Para warga Desa Wadas khawatir, penambangan galian C di desanya akan merusak sumber mata air dan sawah, lantaran sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani.

Mereka menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan mereka dan ketika ditambang berarti menghilangkan penghidupan Wadas yang berada di kawasan perbukitan Manoreh tersebut. 

Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah (Jateng) telah mengklarifikasi atas kejadian tersebut, dirinya menyampaikan bahwa aparat yang datang hanya sekedar ingin mengukur luas tanah yang akan di eksploitisir untuk kepentingan proyek yang digadang-gadang menjadi proyek Nasional.

Namun, apa boleh buat, kehendak rakyat merupakan kehendak Tuhan yang tidak boleh ditolak, apalagi dengan bukti kuat, banyak warga yang mengalami kekerasan hanya semata-mata ingin mempertahankan haknya.

Aliansi Wadas Melawan pun mencap, bahwa apa yang diperbuat oleh pemerintah Provinsi (Pemprof) Jateng sudah keterlaluan, dan apa yang menjadi jargon Ganjar “Tuanku ya Rakyat, Gubernur Cuma Mandat” hanyalah bualan semata.

Hingga saat ini warga Desa Wadas sedang mati-matian mempertahankan lahannya yang akan dijadikan proyek nasional itu. Meski sampai saat ini aparat yang bertugas sedang mengepung desa tersebut bahkan ada yang mendirikan tenda di beberapa titik sebagai penjagaan untuk mengantisipasi sewaktu-waktu jika ada penolakan besar-besaran dari warga setempat.

Editor: Faruq Bytheway

Komentar