oleh

Para Ilmuwan Temukan Virus Perkembangan dari Omicron, Sangat Sulit Terdeteksi!

Para Ilmuwan digempar dengan varian Covid-19 perkembangan dari Omicron (Foto: kabar24.bisnis.com).

Indotribun.id, Malang- Setelah sebelumnya digemparkan dengan varian Delta dan sempat meredup. Kini, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan kemunculan varian Omicron.

Dilansir dari suara.com, bahkan para ilmuwan berpikir bahwa ada virus corona Covid-19 versi lain dari varian Omicron yang mungkin lebih sulit dilacak.

Virus corona Covid-19 versin lain ini diperkirakan sudah berkembang bersama-sama dengan varian virus corona lainnya, yang berpotensi mengancam dan membuat dunia kembali susah terbebas dari pandemi.

Dalam hal ini, para ilmuwan menyebutnya sebagai virus corona Covid-19 versi “siluman”, karena lebih sulit untuk membedaknnya dengan varian virus corona lain, meskipun menggunakan tes PCR. Apalagi di Indonesia masih keterbatas alat penelitian kesehatan untuk mendeteksi varian tersebut.

Virus corona Covid-19 versi lain yang berkembang sembunyi-sembunyi ini sama seperti varian Omicron yang memiliki banyak mutasi. Tapi, nampaknya tidak ada satu pun yang memungkinkan laboratorium untuk menemukan kasus tersebut.

Kepala kesehatan Australia pertama kali mengungkapkan penemuan virus corona Covid-19 versi lain (BA.2) ini beberapa hari lalu.

Versi lain virus corona Covid-19 ini ditemukan pada salah seorang pria warga Afrika Selatan yang telah melakukan perjalanan dari Gauteng di tengah lonjakan kasus varian Omicron.

Studi awal yang ditemukan, menunjukkan kerabat varian mutan memiliki set mutasi sendiri. Versi lain virus corona Covid-19 ini bisa lebih menular dibandingkan varian Delta dan kebal terhadap vaksin Covid-19 seperti varian Omicron.

“Kami di sini mengumumkan versi baru varian Omicron yang pertama kali di dunia,” kata Yvette D’Ath, Menteri Kesehatan Queensland dikutip dari The Sun.

Selain itu, Chief Health Officer, Peter Aitken mengatakan para ahli menemukan perbedaan klasifikasi Omicron penuh dan normal. Varian Omicron ini perlu diklasifikasi ulang karena memiliki cukup banyak gen, tetapi belum diketahui tingkat keparahan klinis dan efektivitas vaksin Covid-19 untuk melawannya.

(Indotribun/Wakid)

Komentar