oleh

Pejuang Muda Kemensos RI Kabupaten Muna Ciptakan Produk dari Olahan Ikan Hingga Pemasaran Digital

Foto bersama Mahasiswa Pejuang Muda dengan pemerintah setempat (ist).

Indotribun.id, Sulawesi Tenggara- Mahasiswa yang dikultus sejak awal sebagai agent of change, agent of social control itu dirasakan betul oleh masyarakat di Desa Napalakura, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.

Bagaimana tidak, Melalui Program Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dengan sebuah wadah yang diberi nama Pejuang Muda.

Berdasarkan laman Pejuang Muda, Pejuang Muda merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret.

Selain itu Melalui Program setara 20 SKS, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

Oleh karena itu, melihat situasi dan kondisi yang ada daerah tersebut. Mahasiswa dan UMKM sebagai penggerak ekonomi Indonesia perlu beradaptasi dan mulai memanfaatkan teknologi digital dalam model bisnisnya agar dapat meningkatkan daya saing di era kenormalan baru pasca covid-19.

Melalui penerapan digitalisasi UMKM di desa Napalakura Team Based Project Pejuang Muda Kabupaten Muna dan Kelompok UP2K Napalakura yang bekerja sama dengan e-commerce Indonesia, PT. Bukalapak, Shopee, dan Lazada Indonesia membuka marketplace yang dinamakan ABANA (Abon Bandeng Napalakura) dalam rangka memfasilitasi pemasaran produk UMKM Desa Napalakura secara online.

Dalam pelaksanaan Team Based Project ini, Pejuang Muda Kabupaten Muna membentuk Tim Creative yang terdiri dari pelaku UMKM kemudian memberikan edukasi kepada pelaku UMKM Desa Napalakura terkait pentingnya bertransformasi ke dunia digital.

Selain itu, Pejuang Muda Kabupaten Muna juga membantu dalam memasarkan produk dalam pengembangan kapasitas SDM pelaku UMKM melalui pelatihan, membentuk komunitas, serta asistensi teknis dalam hal penjualan produk secara online.

Produk yang dihasilkan

ABANA merupakan produk dari pelaku UMKM yang terbilang baru diluncurkan tahun 2021 ini, pelaku UMKM Desa Napalakura mampu berkembang meskipun hanya menerapkan pola pemasaran secara konfensional yang berbasis pada kualitas produk dan layanan. Dalam pemasaran produk pun hanya menggunakan media promosi Facebook dan WhatsApp pribadi milik salah satu anggota pelaku UMKM.

Berbagai produk UMKM asli Desa Napalakura telah tersedia. Selain Abon Bandeng, ada juga presto dan frozen udang. Meskipun mesin produksi yang digunakan masih sederhana dan belum modern, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap hasil produksi.

Selain dari berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menyelamatkan UMKM di tengah pandemi Covid-19 ini, penguatan digitalisasi UMKM di daerah juga perlu menjadi perhatian.

Pengembangan digitalisasi UMKM tentunya memiliki banyak tantangan baik dari sisi permodalan usaha sampai dengan kapasitas SDM dalam hal teknologi digital. Terlebih lagi untuk UMKM di daerah remote, akses terhadap device pendukung, aplikasi, serta jaringan dan telekomunikasi menjadi tantangan utama dalam penerapan teknologi digital.

“Pendampingan Digitalisasi oleh Pejuang Muda Kabupaten Muna ini merupakan langkah yang baru dan segar untuk kemajuan UMKM Desa Napalakura, pasalnya selama ini kami hanya memanfaatkan pemasaran secara konvensional dan tentunya dalam hasil yang di dapatkan masih belum optimal. Harapan besar kami selaku pemerintah desa agar kegiatan ini tidak berhenti sampai disini saja sehingga UMKM ABANA mampu berkembang dengan baik dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Napalakura” Ujar Ibu Sunarti Selaku Kepala Desa.

Peran aktif Pemerintah Daerah penting untuk dapat mengidentifikasi potensi UMKM di daerah dan membuka jalan bagi para UMKM tersebut melalui bantuan teknis, fasilitasi akses terhadap penyedia jasa pemasaran digital, serta penyediaan infrastruktur pendukung lainnya.

(Indotribun/Novia)

Komentar