oleh

Pembelajaran Tatap Muka Berjalan Satu Hari, Ternyata Hanya 6.4% Wali Murid Yang Menyetujui

Di Surabaya Pemberlakuan Sekolah tatap muka telah digelar sejak Rabu 1 September 2021, bebrbagai evaluasi sedangan ditangani. (Foto: pikiranrakyat.com)

Indotribun.id, Surabaya- Setelah di umumkannya perpanjangan Pemberlakuan Perbatasan kegiatan Masyarakat (PPKM), Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pun juga ikut digelar. Namun tingkat persetujuan Wali Murid untuk memberikan izin anaknya mengikuti PTM masih menjadi tanda tanya.

PTM terbatas telah berjalan satu hari di semua daerah yang telah mengalami stabilisasi penurunan angka penyebaran kasus Covid-19. Sejak Rabu 01 September 2021, pemerintah telah memperbolehkan percobaan PTM terbatas, salah satunya di Jawa Timur.

Evaluasi pun kini mulai dilakukan, bukan persoalan prasarana dan sarana yang tidak memadai, atau protokol kesehatan yang tidak dilakukan secara maksimal. Melainkan tingkat persetujuan Wali Murid terkait hal tersebut.

Di Surabaya misalnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai hal untuk melaksanakan PTM terbatas di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya.

Salah satunya yang menjadi persyaratan adalah Persetujuan dari masing-masing Wali Murid.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo menyampaikan persyaratan yang menjadi hal utama dalam mengikuti PTM terbatas adalah persetujuan dari semua Wali Murid.

“Yang tidak kalah penting adalah kami meminta kesediaan kepada Wali Murid dalam bentuk pernyataan kalau anaknya diperbolehkan untuk mengikuti PTM terbatas.” Sampainya, dikutip dari pikiranrakyat.com.

Supomo juga mengungkapkan berdasarkan data yang dimiliki Dispendik Kota Surabaya, untuk jenjang SMP saat ini hanya 6.4% Wali Murid yang menyetujui anaknya untuk ikut PTM terbatas dari total sekitar 115.000 Siswa SMP di Surabaya.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, selain itu, Supomo mengaku tidak khawatir dengan masih minimnya Wali Murid untuk menyetujui anaknya mengikuti PTM terbatas tersebut.

Baginya, hal demikian terjadi karena Wali Murid masih memantau perkembangan situasi pandemi dan melihat progresifitas berjalannya PTM terbatas ini.

“Saya kira nanti ketika anak-anak yang lain sudah belajar dan mereka merasa nyaman dan aman, saya kira nanti mereka akan menyusul atau menyetujui anaknya megikuti PTM,” imbuhnya.

Perlu diketahui dalam mengikuti kegiatan PTM terbatas tersebut, Dispendik Surabaya dalam pelaksanaannya hanya dapat di isi oleh 25% Siswa di tiap-tiap kelas.

(Wak/Kho)

Komentar

News Feed