oleh

Pemerintah Kota Malang Targetkan PTM 100 persen Digelar Akhir Januari 2022

Proses pembelajaran tatap muka sebelum pandemi terjadi (ist).

Indotribun.id, Malang- Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergegas mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Target akhir Januari 2022 sudah digelar.

Dilansir dari kompas.com, Kadispendikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan Rencana PTM 100 persen dimulai minggu depan. “Tetapi, tatap muka ini juga bertahap, tidak harus semua sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Hal itu dilakukan secara bertahap karena disebabkan ada beberapa sekolah tingkat pertama (SMP) yang baru direnovasi dan harus melengkapi fasilitas protokol kesehatan terlebih dahulu.

“Ada sekolah baru di SMP 28, 29, 30 kan kayaknya juga belum siap. Jadi harus kami siapkan dulu, istilahnya bertahap lah”.

“Kami juga harus mendapat dukungan orang tua untuk mengizinkan,” imbuhnya.

Suwarjana menargetkan semua sekolah di Kota Malang mulai jenjang SD sampai SMP sudah bisa menerapkan sekolah tatap muka 100 persen pada akhir Januari 2022 mendatang. Karena syarat untuk bisa menerapkan skema sekolah tatap muka di Kota Malang sudah terpenuhi. Mulai capaian vaksinasi tenaga kependidikan, pelajar hingga leveling PPKM di Kota Malang.

“Akhir Januari Insya Allah sudah 100 persen semua. Alhamdulillah sesuai dengan SKB 4 Menteri itu kita masuk semua, dalam arti sudah memenuhi syarat,” tegasnya.

Suwarjana juga menambahkan bahwa jam belajar sekolah tatap muka di Kota Malang nantinya akan berlangsung sekitar empat hingga lima jam. Meskipun dalam SKB 4 Menteri mengizinkan jam belajar bisa dilangsungkan selama enam jam.

“Kita coba dulu sekolah tatap muka 100 persen ini. Baru kalau aman bisa kita tambah jam belajarnya. Kita kejar 100 persennya dulu, mungkin tiga sampai empat jam saja dahulu,” pungkasnya. 

Sementara, merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ada beberapa hal yang membuat sekolah dihentikan sementara termasuk kegiatan yang dilarang beroperasi.

Sebagai informasi, penghentian sementara PTM terbatas di satuan pendidikan sekurang-kurangnya 14×24 jam apabila terjadi:

1. Klaster penularan Covid 19 di satuan pendidikan tersebut.

2. Angka positivity rate hasil ACF di atas 5 persen.

3. Warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi kasus hitam diatas 5 persen. Apabila setelah dilakukan survelans, bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity di bawah 5 persen, PTM terbatas hanya diberhentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi dan atau kontak erat Covid-19 selama 5×24 jam.

Selain itu, dari keputusan bersama tersebut ada beberapa aktivitas yang belum diperbolehkan beroperasi. Antara lain:

1. Kantin belum diperbolehkan beroperasi.

2. Pedagang yang berada di luar gerbang di sekitar lingkungan satuan pendidikan diatur oleh satuan tugas penanganan Covid 19 wilayah setempat bekerja sama dengan satuan tugas penanganan Covid 19 pada satuan pendidikan.

3. Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler di dalam dan di luar ruangan dilaksanakan sesuai dengan pengaturan pembelajaran di ruang kelas.

(Indotribun/Faruq)

Komentar