oleh

Penambahan Kursi Pimpinan MPR Abaikan Kepentingan Rakyat

-Nasional-200 views

Wacana penambahan kursi pimpinan MPR dari lima menjadi 10 orang. (JAWAPOS.COM)

Malang, Indotribun.id – Penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari lima menjadi 10 pada periode mendatang dinilai sebagai pengabaian elit politik terhadap kepentingan masyarakat dan mengutamakan kepentingan sendiri.

Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun. “Dalam (regulasi) tidak ada jumlah seperti itu. Berarti demi kekuasaan mereka mengabaikan kepentingan rakyat,” ujar Ubed, sapaannya, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Pengamat politik Univesitas Padjadjran, Idil Akbar, juga mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Pria yang akrab disapa Idil itu mengungkapkan bahwa lembaga negara seharusnya memiliki struktur yang tetap. Idil menilai komposisi tidak bisa diubah hanya demi kepentingan politik sesaat.

MPR seharusnya punya guidence yang jelas terkait struktur lembaga negara. Kalau seperti ini akhirnya orang akan mengatakan ini lebih kepada bagi-bagi kekuasaan dan politik transaksional,” tutur Idil.

Wacana penambahan kursi MPR muncul di sela lobi bagi kekuasaan di kursi kabinet pemenang pemilu, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.  Wacana tersebut kali pertama dimunculkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN), yang bersama-sama dengan Nasdem saat ini tidak memiliki wakil di pimpinan MPR.

(LF)

Komentar

News Feed