oleh

Percayalah, Dunia Seolah Hanya Milik Orang Ganteng, Cantik dan Kaya

-Kolom-238 views

Celtics Town

Pernahkah Anda sesekali berpikir bahwa hidup ini memang tidak adil? Tidak berpihak sama Anda. Atau Anda pernah mengalami kejadian buruk, misal dengan pacar Anda—ditinggal karena Anda jelek, miskin, dan mungkin lainnya. Jika pernah, percayalah bahwa hidup ini seolah hanya diperuntukan untuk orang-orang ganteng, cantik, dan kaya.

Atau mungkin semasa kecil Anda pernah dibanding-bandingkan dengan anaknya tetangga yang lebih mempunyai paras ganteng, atau Anda merasa bahwa setiap kali memakai baju selalu kelihatan tidak menarik, ketika tiap kali memotong rambut selalu hasilnya tidak bagus, dan ketika menembak cewek selalu ditolak. Jika benar seperti itu, berarti fix Anda memang berwajah minimalis (jelek).

Anda boleh saja tidak sepakat—atau pura-pura ngeles, tetapi realitas yang terjadi memang seperti itu.

Pernah melihat perlakuan barista ketika menghadapi clien yang jelek dan cantik? Berbeda bukan. Jika cantik, sang barista tersenyum sambil tebar-tebar pesona. Jika cliennya jelek, juga tersenyum sih, tetapi senyumannya terpaksa–penulis tidak sedang lagi curhat.

Kemudian sebuah permainan yang tak lazim terjadi. Ketika seseorang disuruh memilih antara cantik tapi bodoh dengan jelek tetapi pinter, pasti memilihnya diluar dari pilihan tersebut yaitu, akan memliki yang cantik dan pinter. Ayolah tidak usah munafik. Akui saja kalau orang ganteng dan cantik lebih memiliki tempat di muka bumi ini.

Entah dari mana mulanya, tetapi manusia seolah mempunyai standard akan hal tersebut. Bukankah manusia dilahirkan ke dunia ini dengan bentuk dan keadaan tubuh yang tentu berbeda satu sama lain. Hal ini dapat kita katakan sebagai kuasa Tuhan yang menciptakan dengan keanekaragamannya. Kita juga sudah tahu bahwa selalu ada dua sisi mata koin dalam kehidupan ini. Ada jahat, ada baik, ada hitam ada putih. Lalu kenapa kita seolah tidak adil dalam memperlakukan keduanya.

Memang benar, ganteng dan cantik merupakan penilaian subjektif. Tetapi kenapa harus ada perlakuan seolah memarjinalkan bagi orang-orang yang memiliki paras jelek. Penulis tidak sedang mengada-ngada. Bukti kasus, tentu kita masih ingat mahasiswi yang sempat viral beberapa bulan lalu, dikarenakan mencancel pesanan ketika mengetahui tukang ojek onlinenya mempunyai wajah di bawah standard, alias jelek. Atau sebuah kasus perceraian, dimana Jian Feng, sang suami yang tega menceraikan istirnya lantaran melahirkan putri yang tidak cantik. Bukan hanya itu, Jian Feng menuduh istrinya telah melakukan kebohongan, yaitu oprasi plastik.

Atau yang lebih ektrim. Barangkali Anda juga masih ingat kejadian di awal tahun 60-an, dimana sebanyak 69 orang tewas dan 80 ditahan di Sharpevile, Afrika Selatan. Tragedi yang sempat menggemparkan dunia itu lantaran orang-orang sedang menentang politik apartheid, yaitu sebuah gerakan untuk membedakan perlakuan berdasarkan warna kulit. Jelas, hal tersebut sangat mendeskriminasi sekali.

Mungkin dari kita tidak mau terlahir dengan serba kekurangan, baik dalam bentuk fisik, finansial dan semacamnya. Jika bisa memilih, ingin sesempurna mungkin saat terlahir di dunia.

Mempunyai wajah ganteng dan cantik seolah lebih berarti hidupnya. Misal, orang ganteng memakai baju bagus, pasti bilangnya, “iya sih serasi dengan orangnya ganteng.” Cowok jelek punya cewek cantik, bilangnya main pelet. Cewek cantik tapi bodoh, dikiranya pura-pura. Giliran cewek jelek tapi bodoh, bilangnya, “maklumlah kan sesuai muka.”.

Barangkali tidak hanya ganteng dan cantik, dunia juga seolah hanya dikuasai oleh orang kaya. Keturunan orang mapan. Sebelumnya Eka Kurniawan pernah berkata dalam opininya yang terbit pada halaman Jawa Post beberapa waktu lalu bahwa hanya anaknya tukang bengkel yang akan lebih sukses bila membuka jasa bengkel.

Dimana juga, ketika jadi politikus sukses hingga menjadi ketua DPR? Akan lebih mudah jika orang tuanya Megawati dan kakeknya Soekarno. Atau ingin jadi anak band dan pintar main musik? Akan jauh lebih mudah jika ayahnya Ahmad Dhani dan ibunya Maia Estianty.

Seolah permasalahan-permasalahan di dunia ini sedikit cepat bisa teratasi jika Anda termasuk dalam kriteria ganteng, cantik dan kaya.

Bahkan sebodoh apa pun anaknya seorang pejabat, mesti akan di usahakan untuk terlihat pintar. Misal selalu diikutkan bimbel, kursus, dan semcamnya. Sedangkan anak orang tidak mampu akan dibiarkan begitu saja.

Penulis merupakan penikmat tahu telor

Komentar

News Feed