oleh

Pulau Oksigen Giliyang Wisata Andalan Sumenep

-Panorama-446 views

INDOTRIBUN.ID, Sumenep – Ke depan, pulau Giliyang akan menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Sumenep. Memiliki kadar oksigen sebesar 21,5 persen, merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah Yordania, membuat pulau ini istimewa dan memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para pengunjung. Selama ini Giliyang sudah banyak dikunjungi wisatawan dan sepertinya akan terus bertambah seiring waktu.

Masyarakat pulau Giliyang banyak yag berusia lebih dari 100 tahun. Masyarakat setempat mengaitkan panjangnya usia tersebut dengan kekayaan oksigen Giliyang yang masih sangat alami. Itu terjadi terutama setelah pulau yang berada di sisi timur Kabupaten Sumenep tersebut dinobatkan sebagai pulau dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia.

“Usia panjang adalah bonus yang luar biasa dari Tuhan yang Maha Esa. Nabi Muhammad wafat di usia 63. Jika umatnya memiliki umur yang lebih dari beliau maka itu adalah bonus dari Allah yang perlu disyukuri,” ujar Abuyanto, salah seorang warga pulau Giliyang, Kamis (16/05).

Julukan lain dari pulau Giliyang adalah pulau awet muda atau juga dikenal sebagai destinasi wisata kesehatan. Jika berkunjung ke pulau oksigen siap-siap untuk Anda menghirup udara yang masih segar dan alami. Banyak wisatawan luar pulau Giliyang yang datang untuk melakukan semacam terapi kesehatan. Dengan menghirup udara bersih, sejuk dan bebas polusi dinilai akan menyembuhkan penyakit jantung, darah tinggi, sesak napas dan lain sebagainya. Terapi-terapi dilakukan minimal dalam waktu seminggu.

Namun, kesadaran yang minim menimbulkan titik oksigen pulau Giliyang tidak begitu diperhatikan. “Masyarakat setempat masih acuh tak acuh dalam mengembangkan dan membangun tempat potensial oksigen,” kata Miftahul Khoir, seorang guru Madrasa Tsanawiyah Giliyang, Kamis (16/05).

Faktor utamanya adalah karena masyarakat setempat masih bertahan dengan pemikirannya yang lama, tidak sadar betapa sangat pentingnya membangun titik sentral oksigen. Faktor kedua adalah sumber daya manusia (SDM) yang masih belum memadai dan tidak paham bagaimana mengelola wisata kesehatan dengan baik.

“Dalam tata kelola wisata oksigen kami semua sangat mengharap perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk segera membangun tempat oksigen agar dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang yang juga akan membantu perekonomian masyarakat,” jelas Mifta.

Perhatian dari pemerintah setempat  mulai muncul berawal dari Menpora Imam Nahrawi yang melakukan kunjungan resmi ke pulau oksigen pada (22/04/16) sampai-sampai menpora sempat mau mendirikan lapangan bola untuk Timnas Indonesia guna menjaga stamina atlit sempak bola tetap maksimal dengan terapi kesehatan di pulau oksigen. Akan tetapi, atas banyak pertimbangan rencana tersebut tidak terealisasi.

Menteri Sosial atau Mensos, Khofifah Indar parawansa pada (18/07/16) juga melakukan kunjungan kerja ke pulau oksigen. Melihat kondisi tempat sumber udara terbaik dunia tersebut yang jauh dari kesempurnaan. Mensos juga tertarik untuk membangun titik oksigen dan akses jalan menuju pulau Giliyang.

 Khofifah menceritakan kejadian saat mengunjungi pulau oksigen bahwa sempat terjadi air surut pada saat mau kembali ke Jakarta sehingga mencari tempat atau perahu yang masih bisa dipakai untuk transportasi. Setelah pulang dari pulau oksigen, mensos langsung mengajukan anggaran pembangun pada Gubenur Jawa Timur saat itu. Kabar baiknya usulan tersebut memperoleh sambutan baik.

Sabtu (11/05) yang lalu Gubernur Jawa Timur yang baru, Khofifah Indah Parawansa, memberikan dana bantuan sebesar 60 miliar kepada pemerintah Kabupaten Sumenep, diterima langsung A. Busro Karim, Bupati Sumenep. Dana bantuan tersebut diambil dari APBN 2019 untuk membangun dermaga Dungkek dan Giliyang guna mempermudah akses trasnportasi menuju Giliyang maupun sebaliknya.

“Kabar baik ini disambut baik oleh para pemuda-pemudi Giliyang dan masyarakat pun sangat antusias sebab yang ditunggu-tunggu sejak dulu sudah datang. Akhirnya, pembangunan wisata kesehatan akan segera dilaksanakan. Tinggal menunggu waktu pelaksanaan,” ujar Haidi, Ketua Komunitas Peduli Giliyang (KMPG).

Harapan besar masyarakat terhadap dana bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah digunakan dengan baik untuk pembangunan dermaga Dungkek, yang secara tidak langsung akan memperlancar akses menuju pulau Giliyang dan pulau-pulau lainnya.

 “Berkunjung ke pulau oksigen tidak hanya dapat menghirup udara yang segar, namun juga dapat menikmati berbagai spot lokasi wisata yang tak kalah menarik dan unik seperti wisata Batu Jangga. Batu Jangga sendiri diambil dari nama fisik batu yang berdiri kokoh sebagai penyanggah batu yang berbentuk huruf C,” ujar Haidi.

Wisata Batu Jangga masih masih sangat terjaga kealamiannya. Selain memiliki spot menarik juga memiliki keunikan tersendiri, apalagi ditambah dengan pemandangan pantai yang luar biasa,  sehingga tidak jarang para wisatawan yang datang terkagum-kagum melihatnya.

Wisata lainnya yang terdapat di pulau oksigen adalah tulang belulang ikan raksasa, pantai Ropet, pantai Legun dan wisata bawah tanah, yaitu gua Sarepa dan gua Air. “Tempat wisata yang ada di sini masih original dan alami. Karya alam tersebut memiliki nilai seni tertinggi sebab alam mampu menciptakan sesuatu di luar batas kemampuan manusia,” pungksnya.

Reporter: Ach Sanusi

Editor: Latif Fianto

Komentar