oleh

Posbakum KAI Jakarta dan LPSK kawal Komitmen Polres Gresik untuk Selesaikan Kasus pembacokan di Bawean

Tim Kuasa Hukum Ahmad Rizal (32) korban pembacokan di Bawean Gresik saat di Polres Gersik (ist).

Indotribun.id, Gresik- Terkait kasus pembacokan yang dialami oleh Ahmad Rizal (32) Ketua Dusun (Kasun) Barat Sungai, Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean pada Rabu (26/10/2021) sedang dalam tahap penyidikan.

Kasus tersebut sedang dikawal oleh Tim Kuasa hukum dari Permohonan Bantuan Hukum (Posbakum) KAI Jakarta dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Sampai saat ini Tim Kuasa Hukum tersebut masih memegang komitmen Polres Gresik yang berjanji pada kuasa hukum korban akan serius tuntaskan Kasus pembacokan yang dialami Kasun tersebut.

Sampai saat ini telah dikeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) Reskrim Polres Gresik No.207/Xll/2021 tertanggal 6 Desember 2021.

Tim Kuasa hukum korban, Turmudzi, S.H., berkomitmen untuk terus mengawal penanganan perkara pembacokan Kasun tersebut hingga tuntas. Pihaknya juga mengapresiasi baik kinerja polres Gresik yang telah mengeluarkan SPDP dan selangkah lebih maju telah memeriksa saksi pada, Rabu (30/12/2021).

Turmudzi, sapaan akrabnya sangat berharap pada Polres Gresik untuk segera menuntaskan penanganan perkara Kasun itu hingga ditemukan tersangka atau pager (pelaku) dan mode plager (aktor intelektualnya).

Sementara itu penyidik juga sudah memeriksa 8 saksi, dan pelaku masih bebas berkeliaran.

Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi–saksi untuk memburu keberadaan pelaku yang diketahui sebanyak dua orang.

“Karena seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Rizal sempat dirawat intensif di RSUD Ibnu Sina Gresik, akibat luka bacokan. Tangan dan punggungnya robek karena tebasan senjata tajam (sajam) celurit. Beruntung nyawanya masih tertolong.” Ungkapnya.

“Saat itu korban mengendarai sepeda motor seorang diri hendak pulang dari Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, Rizal dihadang dua orang tak dikenal.” Terangnya, Selasa, (11/01/2022).

Dalam sebuah cerita, korban awalnya tidak menaruh curiga. Korban berpikir dua orang itu sedang mencari burung atau ikan di malam hari. Nahas, saat posisi korban sudah dekat, dua orang itu langsung menyabetkan sajam yang dibawa dan mengenai tubuh korban.

Pada saat itu, korban yang tidak ada persiapan pun akhirnya terluka. Ia lantas berlari menuju perkampungan warga untuk mencari pertolongan. Sedanf sepeda motor yang ia kendarai ditinggal di tempat kejadian perkara dan ia berlari dengan kondisi darah bercucuran dari lukanya.

Anehnya, motor korban tidak dibawa pelaku. Pelaku bukanlah begal, melainkan orang yang diduga memiliki persoalan pribadi dengan korban. Namun demikian, desas-desus tersebut belum bisa diungkap kepastiannya. Polisi masih memburu pelakunya.

Menanggapi hal tersebur, Ifan Alexander salah satu tim kuasa hukum menilai pihak kepolisian telah melakukan tanggungjawabnya dengan maksimal. Meski sampai saat ini pelaku masih belum tertangkap.

“Kami berharap dari pihak kuasa hukum tidak ada istilah no Viral no Justice, demi menjaga kepercayaan di mata masyarakat kami percaya terhadap aparat kepolisian”. Ungkap pemuda yang juga seorang aktivis pergerakan itu.

Tim kuasa hukum akan terus memantau perkembangan selanjutnya, Ifan dan tim juga berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan baik agar marwah dan wibawa hukum tetap terjaga dan keadilan terus dijungjung.

(Indotribun/wakid)

Komentar