oleh

Rara Zarary Ungkapkan Persoalan Lewat Tulisan

Rara Zarary, penulis buku Kita yang Pernah

Menulis adalah salah satu cara mengungkapkan persoalan yang sedang dialami seseorang. Bisa dalam bentuk cerita pendek, novel, atau puisi. Rara Zarary, juga gemar menyampaikan beragam persoalan hidup dalam bentuk tulisan.

“Saya sendiri lebih banyak mengungkapkan beberapa problema yang dialami oleh banyak orang,” tutur Rara, panggilan akrabnya, melalui pesan singkat, Senin (13/7).

Rara menyebut, hal itu terjadi karena banyak cerita yang dia dengarkan dari orang-orang atau teman-temannya, yang kemudian diwakilinya lewat tulisan. Itu mungkin yang membuat tulisan atau puisi-puisi dalam buku terbarunya, Kita yang Pernah, lumayan diterima oleh banyak orang, baik dibeli, dibaca, atau bahkan dikutip.

Buku Kita yang Pernah terbit tahun 2020 dan saat ini sedang dalam proses cetakan ketiga. Buku ini, selain ditulis oleh Rara sendiri, juga ditulis oleh temannya, Fikri Adera.

Diakui Rara, buku terbarunya memang masih berkisar soal hati atau perasaan. Terutama mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang biasa dihadapi remaja hingga dewasa mengenai persoalan asmara.

“Beragam, mulai dari suka, duka, sedih, bahagia, terluka, sembuh, patah, dan tumbuh. Buku ini istimewa, karena mewakili perasaan banyak orang, bukan hanya penulis,” imbuh pemilik nama asli Munawara tersebut.

Selain buku Kita yang Pernah (2020), Rara sudah menulis beberapa buku sebelumnya. Buku-buku itu adalah Menghitung Gerimis (2013), Hujan Terakhir (2014), dan Hujan & Senja Tanah Rantau (2016). (*)

Tentang Penulis: Latif Fianto

Gambar Gravatar
Tinggal di Bondowoso dan Malang. Mengajar di Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Mengelola Komunitas Malam Reboan di Malang. Menulis Novel “Batas Sepasang Kekasih” (Basabasi, 2018) dan Kumcer “Rumah Tanpa Tangga” (Spasi Book, 2019).

Komentar

News Feed